11 Feb 2019
  |  
Dilihat : 63 kali

JKN-KIS, TEMAN HARI TUA PAK BUYUNG

Narasumber : Khaidir, Peserta PBPU KC Solok

Solok, Jamkesnews – Khaidir (83) atau yang akrab disapa Buyung terbaring lemah di tempat tidur Rumah Sakit Tentara (RST) Solok. Tapi senyum sumringah masih tergambar dari raut wajahnya walaupun selang oksigen masih dipasang di hidungnya. Di usia senja, Buyung masih giat bekerja. Ia tekun menjalani hidup sebagai petani di lahan sawah miliknya di Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

“Bapak sehari-hari biasanya ke sawah, Nak. Bapak sudah tua, tapi tetap pengen kerja, padahal sudah disuruh anak-anak istirahat di rumah,” tutur Buyung.

Tapi malangnya, Buyung mengalami sesak nafas saat sedang menghabiskan waktu bersama keluarganya. Keluarga merasa panik dan  langsung membawanya ke UGD RST Solok untuk ditangani lebih lanjut.

“Sudah 3 hari Bapak disini. Saat istirahat di rumah tiba-tiba sesak nafas, obat hirup (inhaler) tidak ada, dan langsung ke sini,” tutur Buyung.

Buyung menceritakan kepada tim Jamkesnews bahwa Ia sudah lama mengidap penyakit Asma. Dahulu ia adalah seorang pecandu berat rokok, hal tersebut semakin memperparah kondisi penyakitnya. Setelah terdiagnosa paru-paru kronis, Ia mulai mengurangi mengkonsumsi rokok sampai akhirnya bisa berhenti secara total.

Ia menyampaikan bahwa sebagai petani, dahulunya Ia sangat susah untuk berobat karena biaya yang mahal. Karena hasil dari bertani hanya mampu menghidupi keluarganya sehari-hari. Saat penyakitnya kambuh, Ia terpaksa tidak bekerja. Hal itulah yang memotivasi Buyung untuk merubah pola hidupnya, untuk menjauhi rokok dan menjaga kesehatan tubuhnya karena harus bekerja sebagai tulang punggung keluarga.

“Punya uang untuk makan sehari-hari aja dulu itu udah syukur, Nak. Kalau sakit kambuh cuma istirahat di rumah, berobat mahal,” tuturnya.

Pada tahun 2015, Buyung mendaftarkan dirinya sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas III. Ia sangat merasakan manfaat menggunakan kartu JKN-KIS dalam pengobatannya. Sekarang, saat sakitnya kambuh Ia dapat langsung berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tanpa harus mengkhawatirkan biaya pengobatan. Selain itu, Ia juga terdaftar sebagai peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan dalam rangka memelihara kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis diantaranya diabetes mellitus dan hipertensi, sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan efektif dan efisien

“Sekarang kalau sakitnya kambuh langsung berobat ke dr. Azra (FKTP), dan biasanya diberi obat minum dan obat yang dihirup (inhaler). Bapak juga rutin ikut senam jantung sehat di tempat dr. Azra, usia sudah tua harus pandai-pandai jaga kesehatan kalau nggak ya sakit, terus harus dirawat di rumah sakit seperti Bapak,” ucap Buyung.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada peserta JKN-KIS yang sudah rutin membayar iuran. Berkat semangat gotong royong peserta JKN-KIS, Ia tak perlu lagi cemas saat sakitnya kambuh. Buyung merasakan sekali manfaat menjadi peserta JKN-KIS apalagi saat sudah lanjut usia, karena tubuh rentan terhadap berbagai penyakit. Dan saat keadaan tak terduga, seperti yang dirasakannya sekarang Ia harus dirawat di Rumah Sakit tanpa persiapan dana, JKN-KIS hadir membantunya.

“Bapak kaget karena disuruh nginap disini, nggak ada persiapan apa-apa. Untung ada BPJS Kesehatan, dan Alhamdulillah sampai saat ini Bapak tidak mengeluarkan biaya sepersen pun,” ucapnya.

Buyung juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergabung menjadi peserta JKN-KIS, karena banyak manfaat yang didapatkan sebagai peserta JKN-KIS. Dan bagi yang sudah terdaftar, Ia mengingatkan agar membayar iuran tepat waktu. Karena iuran peserta yang sehat, dapat menyelamatkan hidup peserta yang sedang sakit seperti dirinya.

“Bapak yang sudah tua saja masih mampu bayar iuran tepat waktu, apalagi yang masih muda,” tutur Buyung.

Ayo generasi muda Indonesia, jangan mau kalah dengan Pak Buyung yang selalu tepat waktu membayar iuran. Dan mari kita contoh semangatnya berjuang melawan penyakit meski sudah di usIa senja. Dan jangan lupa untuk selalu menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari serangan penyakit. (aw/ar)