01 Feb 2019
  |  
Dilihat : 23002 kali

Pelayanan Baik Hapus Keraguan Haidhir Bertahun - Tahun

Narasumber : Haidhir Abdurrabbi (22)

Pasuruan, Jamkesnews - Haidhir (22), sapaan akrab pemuda kelahiran Pasuruan ini, menuturkan bahwa ia terkejut setelah tahu manfaat nyata dari program JKN – KIS ini. Pasalnya, selama kurun waktu 3 tahun belakang ia harus bolak - balik rumah sakit demi kesembuhan penyakitnya. Hingga akhir tahun kemarin, ia telah 7 kali rawat inap di rumah sakit dan baru merasakan layanan program JKN–KIS pertengahan tahun kemarin.

“Sejak 2015 lalu, saya telah didiagnosa dokter mengalami gejala asam lambung. Setiap tahun pasti ada aja perawatan di rumah sakit. Penyakit saya ini sering kambuh. Makan apapun jadi serba was–was. Saya tahu kalau pemerintah menjalankan program ini (JKN–KIS) lewat BPJS Kesehatan. Tapi saya ragu karena banyak berita “miring” soal pelayanannya. Setelah benar – benar merasakan sendiri, keraguan saya hilang. Tidak ada pelayanan buruk seperti yang saya pikirkan. Program ini sangat nyata membantu saya. Mau berobat kapan pun tidak lagi memikirkan biaya,” terangnya, saat ditemui di kediamannya yang berlokasi di Pandaan, Pasuruan.

Ia menambahkan, jika program JKN – KIS ini sangat mulia peranannya. Tidak membedakan mana peserta baru dan lama.

“Saya baru mendaftar sebagai peserta JKN – KIS sekitar bulan Juli 2018 untuk kelas III. Awal bulan Agustus penyakit saya kambuh, saya coba pergi ke klinik yang tertera di kartu JKN – KIS. Awalnya saya takut karena datang sebagai peserta baru yang masih sekali bayar iuran. Ketakutan saya adalah belum bisa dijaminnya layanan kesehatan saya saat itu. Namun, anggapan saya salah. Dari pelayanan hingga fasilitas medis tidak ada tambahan biaya,” kenangnya sambil tertawa.

Ia juga menuturkan banyak perbedaan yang ia rasakan setelah menjadi peserta JKN – KIS. Biaya perawatan yang ia cemaskan dulu tak lagi ia rasakan sekarang.

“Dulu suka was – was kalau sudah diputuskan rawat inap oleh dokter. Apalagi setelah didiagnosa, bisa masuk rumah sakit 4 bulan sekali. Belum lagi biaya masa perawatan pasca rawat inap. Tapi setelah mendaftarkan diri sebagai peserta JKN – KIS, hati lebih tenang. Biaya pengobatan tak lagi jadi beban,” tutur pemuda yang sehari – harinya sebagai mahasiswa dan pengusaha cuci sepatu ini.

Di akhir perbincangan, ia berharap agar program mulia ini terus ada dan semakin berkembang ke arah yang lebih baik. Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat yang belum mendaftar untuk segera menjadi bagian dari peserta JKN – KIS ini. Menurutnya, akan banyak manfaat yang dirasakan setelah menjadi peserta JKN – KIS.

“Saya harap program ini jalan terus dan semakin berkembang dengan baik. Saya sudah membuktikkan bahwa program ini nyata bermanfaat. Tidak ada keraguan lagi yang timbul sejak pertama kali berobat. Semoga terus bertambah masyarakat yang mengikuti program ini. Semakin banyak tentu lebih baik,” tutupnya.      

Sejak diimplementasikan 5 tahun lalu, jumlah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) terus meningkat tiap tahunnya. Hingga 10 Januari 2019, jumlah peserta yang terdaftar dalam program JKN – KIS telah mencapai 216.152.549 jiwa atau mencakup 82% dari total penduduk Indonesia saat ini. Sepanjang tahun 2018 kemarin, tercatat ada 233,8 juta pemanfaatan layanan kesehatan atau sekitar 640.765 layanan tiap harinya. Angka tersebut diperoleh dari hasil survei Alvara Research tentang “Laporan Survei Pilpres 2019: Ketika Pemilih Semakin Mengkristal”. Dengan capaian ini, tentu semakin menguatkan statement betapa bermanfaatnya program JKN – KIS ini bagi masyarakat Indonesia. (ar/ak)