01 Feb 2019
  |  
Dilihat : 29898 kali

Ahmad Bersyukur Menjadi Peserta JKN – KIS

Narasumber : Ahmad Saprawi (67)

Pasuruan, Jamkesnews - Menjaga pola hidup sehat tentu menjadi dambaan bagi semua orang, tak terkecuali Ahmad Saprawi (67), pria kelahiran Lumajang, yang berangsur membaik setelah melakukan operasi jantung di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang, 2 tahun lalu. Ia merasa tenang dengan hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) sehingga memudahkan ia dalam mengakses layanan kesehatan dimanapun.

“Alhamdulillah, saya berangsur membaik setelah operasi dulu. Saya ingin jaga terus pola hidup sehat ini. Manfaat menjadi peserta JKN – KIS benar – benar saya rasakan. Tak ada perbedaan yang saya rasakan dengan pasien umum, semua sama. Dari pelayanan hingga peralatan medis yang diberikan rumah sakit sangat melegakan,” kenang Ahmad Saprawi.

Ia menambahkan bahwa kemudahan layanan kesehatan tak pandang berapa biaya yang akan dihabiskan selama masa perawatan. Semua ditanggung BPJS Kesehatan selama sesuai prosedur.

“Penyakit saya ini tergolong yang paling bahaya karena sudah menyangkut jantung. Tentu akan banyak biaya selama menjalani perawatan. Semua habis 55 juta selama menjalani operasi dulu. Rinciannya 50 juta dibayarkan BPJS Kesehatan dan sisanya menjadi tanggungan sendiri karena saya memilih naik kelas perawatan. Tanpa menjadi peserta JKN – KIS, dapat darimana saya uang segitu,“ ujarnya, sambil diikuti gelak tawa.

Pasca operasi, ia masih rutin memeriksakan perkembangan jantungnya. Pasalnya, ia tak mau melihat remeh sekalipun sudah merasa baik. Ia senang biaya kontrol rutinnya masih ditanggung BPJS Kesehatan sepenuhnya.

“Selama kurun 2 tahun (2017 – 2019) saya sudah 10 kali menjalani periksa rutin di Poli Jantung, RSUD Bangil, Pasuruan. Tidak ada kesulitan yang saya hadapi. Semua biaya pelayanan hingga obat-obatan juga masih ditanggung pihak BPJS Kesehatan. Pokoknya saya bersyukur sudah menjadi peserta JKN – KIS ini,“ terangnya.

Saat ditanyai seputar kapan mulai menjadi peserta jaminan kesehatan, Ahmad Saprawi menerangkan telah lama menjadi bagian dari program pemerintah ini. Ia juga berharap program tersebut terus ada dan semakin menumbuhkan rasa sadar masyarakat akan pentingnya bergotong royong demi mendapatkan kemudahan bersama.

“Saya telah ikut program seperti ini (JKN – KIS) sejak dari Askes (Asuransi Kesehatan) hingga sekarang sudah menjadi BPJS Kesehatan. Yang saya rasakan, saya lebih tenang. Tidak risau jika masih butuh biaya berobat sewaktu-waktu. Semoga program ini bisa berlanjut dan banyak masyarakat yang benar-benar merasakan kemudahan seperti yang telah saya rasakan hingga saat ini, “ungkapnya. (ar/ak)