01 Feb 2019
  |  
Dilihat : 29159 kali

JKN – KIS, Jawaban Doa Sri Sumiarsih

Narasumber : Sri Sumiarsih (60 Tahun)

Pasuruan, Jamkesnews - Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) menjadi berkah tersendiri bagi Sri Sumiarsih (60), warga Purwodadi, Pasuruan. Ia merasa tertolong lantaran program tersebut menyelamatkan nyawanya kala berjuang melawan sakit. Sejak 2014 lalu, ia terdiagnosa penyakit komplikasi jantung, hipertensi, dan kolesterol. Ia berujar bila dokter telah memvonis hidupnya dalam hitungan bulan.

Alhamdulillah, semua itu mukjizat dari Allah. Program JKN – KIS menjadi jawaban do’a yang Allah wujudkan hingga saya sembuh. Saya sungguh pasrah mendengar kata dokter waktu itu. Hidup tinggal hitungan bulan membuat saya makin terpuruk. Untungnya, ada keluarga yang selalu dukung dan mendo’akan. Saya punya tekad lagi buat sembuh,” kenang Sri, sapaan akrab sehari – hari.

Ia menuturkan bila biaya yang ditanggung selama masa perawatan sangatlah besar. Tak kurang 20 juta harus ia bayarkan saat itu. Sejak kurun waktu 2 tahun dari awal sakit, ia rutin menyambangi rumah sakit. Menjadi Peserta JKN – KIS sejak 2011 (dulu Asuransi Kesehatan/Askes) membuat ia bernafas lega. Ia hanya membayar 90 ribu per malam untuk bisa naik kelas perawatan.

“Saya sedih sering bolak – balik rumah sakit. Itu terjadi sejak awal sakit sampai akhir 2016. Saya sering pusing dan tak kuat apa – apa. Anak saya membawa ke rumah sakit. Dari situ mulai ada perawatan meskipun sempat divonis bertahan hanya beberapa bulan. Saya ingat biayanya begitu besar, sampai 20 juta kalau ditotal. Tapi, karena ikut Askes (sekarang JKN – KIS) semuanya ditanggung. Hanya bayar 90 ribu per malam karena saya ingin naik kelas,”  jelas istri seorang purnawirawan tentara ini.

Pasca rawat inap panjang tersebut, Sri berangsur pulih. Ia hanya perlu rutin kontrol untuk memastikan kondisinya terjaga. Obat jadi makanan pokoknya tiap hari. Ia bersyukur karena biaya kontrolnya masih ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Setelah berangsur pulih, dokter menyarankan saya untuk terus minum obat. Jadi mau ngga mau harus rutin kontrol biar dapat resep. Alhamdulillah, semua biaya masih ditanggung. Kalau tidak, mungkin tabungan pensiunan suami sudah habis. Ini sudah masuk bulan ke-25 saya kontrol dan per bulannya mencapai 1 juta,” ucapnya, saat ditemui di kediamannya.

Melalui program yang sekarang, ia berharap banyak masyarakat yang merasa terbantu. Karenanya, ia menghimbau siapapun agar lekas menjadi peserta JKN – KIS dan rutin membayar iuran tiap bulannya. Ia juga menambahkan agar Program JKN – KIS terus hadir di tengah – tengah masyarakat, apalagi yang sangat membutuhkan.

“Saya bersyukur telah dibantu lewat Program JKN – KIS ini. Saya ngga tahu bagaimana nasib saya ketika harus bayar puluhan juta dulu. Semoga apa yang saya rasakan juga dinikmati banyak orang. Saya harap program ini terus ada agar lebih menjangkau banyak orang, khususnya orang – orang yang sangat membutuhkan,” tutupnya. (ar/ak)