11 Jan 2019
  |  
Dilihat : 604 kali

Dengan Sistem KBK, Mutu Layanan Faskes Tingkat Pertama Kian Didorong

Jakarta Utara, Jamkesnews - Pelayanan di tingkat primer merupakan kunci dari efektivitas pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Untuk itu diperlukan monitoring dan evaluasi guna meningkatkan mutu pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui penerapan pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan (KBK).

Ada 4 (empat) indikator KBK yaitu, angka kontak, rasio rujukan rawat jalan non spesialistik, rasio peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP dan rasio kunjungan rumah. Rasio kunjungan rumah adalah indikator tambahan untuk Puskesmas.

“Dalam pertemuan monitoring dan evaluasi yang kami lakukan setiap 3 (tiga) bulan ini, saya sampaikan bahwa pada tahun 2019 ini, besar harapan kami hasil penilaian terhadap setiap indikator yang ada, nilainya akan lebih baik dari tahun 2018 kemarin. Dengan begitu, mutu pelayanan terhadap peserta JKN-KIS di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu akan semakin baik,” ungkap Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Cabang Jakarta Utara Indrianti Wakhyuni.

Indrianti menuturkan, dari hasil KBK periode Oktober hingga Desember 2018, pada angka kontak komunikasi, untuk Puskesmas secara keseluruhan dilihat bahwa kunjungan sehat lebih banyak dari kunjungan sakitnya. Sedangkan untuk klinik, masih didominasi oleh kunjungan sakit. Sementara itu, Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non Spesialistik (RRNS) untuk Puskesmas pada angka aman semua, dan untuk klinik hanya 1 (satu) yang tidak aman. Untuk indikator rasio peserta Prolanis, ada 1 Puskesmas yang tidak aman dan untuk klinik, sebagian tidak aman.

“Jika dilihat dari setiap indikator, ada beberapa FKTP yang aman dan tidak aman. Saya berharap untuk yang tidak aman dapat mencari tahu tips-tips dari yang aman untuk mencapai hasil yang aman. Untuk yang aman bisa saling berbagi kepada yang tidak aman, sehingga bulan-bulan berikutnya semua FKTP di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu capaiannya menjadi aman,” ujar Indrianti.

FKTP juga diingatkan kembali mengenai aplikasi Kessan. Setiap peserta yang telah memanfaatkan pelayanan kesehatan di tingkat pertama, akan ada permintaan untuk mengisi kesan dan pesan yang muncul pada Mobile JKN si peserta. Dari hasil kesan dan pesan tersebut, sistem akan menghitung skor yang akan dijadikan rata-rata. Jika nilai rata-ratanya kurang dari 80, hal itu akan menjadi pertimbangan untuk recredentialing. Untuk itu FKTP dapat membantu mengimbau dan mengajak peserta yang mendapatkan pelayanan kesehatan di tempatnya untuk mengunduh aplikasi Mobile JKN sehingga peserta bisa langsung mengisi kesan dan pesan untuk meningkatkan skor masing-masing FKTP.

“Monitoring dan evaluasi yang diadakan seperti ini memang sangat kami perlukan. Sekedar saran, agar hasil nilai per indikatornya diadakan setiap bulannya untuk motivasi kami mendapatkan nilai yang lebih baik bulan depannya,” ungkap Yuli, petugas Puskesmas Kecamatan Koja yang ditemui dalam kesempatan berbeda.

 (rg)