10 Jan 2019
  |  
Dilihat : 74 kali

Pedulikan Mutu, Sinergikan Kekuatan Bersama

Jakarta, Jamkesnews - Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berkualitas dan tanpa diskriminasi menjadi visi BPJS Kesehatan tahun 2019. Hal ini bukan hanya mimpi jika implementasi JKN-KIS didukung oleh semua pihak. Salah satu dukungan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan adalah melalui penerapan sistem Kapitasi Berbasis Kompetensi (KBK) yang senantiasa dilakukan evaluasi dan monitoring. 

“Kami sangat mengapresiasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang telah bekerja keras untuk mendapatkan nilai yang baik dan berhasil melampaui target. Jangan lupa, ada empat indikator dan target pemenuhan komitmen pelayanan di FKTP, antara lain angka kontak, rasio rujukan non spesialistik, rasio peserta peserta prolanis berkunjung, dan rasio kunjungan rumah," jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat Diah Sofiawati, dalam Kegiatan Monitoring dan Evaluasi UR Rujukan dan KBK Bupel Desember dan Triwulan IV Tahun 2018, Kamis (10/01).

Dalam kegiatan yang digelar di Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat ini, Diah juga mengatakan  bahwa norma pembayaran kapitasi berdasarkan sistem KBK untuk seluruh Puskesmas kecamatan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat adalah 100%, sedangkan untuk FKTP selain Puskesmas hanya 10 klinik yang mendapatkan norma pembayaran kapitasi 100%.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Admnistrasi Jakarta Barat Weningtyas Purnomo Rini yang membuka kegiatan dan menyampaikan bahwa Sistem KBK telah berjalan selama dua tahun. Bahkan ia menyebut dampak KBK adalah membaiknya pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dengan membaiknya upaya promotif dan preventif yang dilakukan oleh FKTP, maka hal tersebut akan meningkatkan paradigma sehat. Kami sangat berterima kasih kepada FKTP yang telah melayani masyarakat Jakarta Barat dengan baik, semoga kinerja ini dapat dipertahankan, atau akan lebih baik lagi jika terus dioptimalkan,” ungkap Weningtyas.

Weningtyas menekankan pentingnya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, semua pihak perlu bekerja sama untuk mengingatkan masyarakat untuk menggunakan JKN-KIS tidak hanya pada waktu sakit, tetapi mengingatkan selalu sehat juga.

“Saya berharap teman-teman di FKTP dapat memiliki hubungan yang intens dengan peserta, jadi peserta merasa nyaman seperti memiliki dokter pribadi. Supaya Program JKN-KIS dapat berjalan baik, maka dibutuhkan dukungan bagi BPJS Kesehatan. Semoga seluruh pihak dapat memberikan kontribusi nyata agar Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan ini bisa berjalan berkesinambungan,” harap Weningtyas. (NT/dn)