10 Jan 2019
  |  
Dilihat : 108 kali

Pemkot Lubuklinggau Mantapkan Langkah Menuju Universal Health Coverage

Jamkesnews, Lubuklinggau - Kepedulian Pemerintah Kota Lubuklinggau terhadap jaminan kesehatan masyarakatnya dinilai sangat besar. Hal ini terlihat dari komitmen para stakeholder di pemerintahan Kota Lubuklinggau yang terus berupaya mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan melanjutkan integrasi program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tahun 2019 ke dalam program negara yang diselenggarakan BPJS Kesehatan tersebut.

Sebagai langkah mempercepat cakupan kesehatan semesta, Pemerintah Kota Lubuklinggau melakukan pembahasan bersama stakeholder terkait mengenai Universal Health Coverage (UHC) dapat tercapai. 

"Pembahasan ini ditujukan untuk mengoptimalkan peran dan dukungan dari pemerintah daerah dalam memaksimalkan Program JKN-KIS. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional bahwa para bupati/walikota diminta untuk mengalokasikan anggaran dalam rangka pelaksanaan program JKN-KIS serta memastikan seluruh penduduknya terdaftar dalam Program JKN-KIS," kata Sekretaris Daerah Kota Lubuklinggau A. Rahman Sani, Rabu (09/01).

Ia pun mengatakan bahwa untuk rencana 2019, pihaknya masih memiliki persediaan data hasil kegiatan dengan Bappeda, yaitu dengan mekanisme Pemutakhiran Data Mandiri dimana masyarakat miskin yang mendaftarkan diri secara mandiri ke kantor kelurahan. Menurutnya, untuk saat ini ada 12.000 jiwa terkumpul di Dinas Sosial. Namun yang dapat di verikasi data sampai pengimputan data hanya 7.500 jiwa.

"Jadi saran kami untuk pendaftaran dapat dilakukan di Kecamatan dan Kelurahan dengan memverifikasi data terlebih dahulu," katanya. 

Kegiatan pembahasan tersebut dihadiri oleh beberapa stakeholder terkait yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, BPJS Kesehatan dan seluruh Camat di wilayah Lubuklinggau.

“Karena ini UHC artinya 95% penduduk akan dilayani BPJS Kesehatan. Di akhirnya nanti kita tidak akan membedakan yang miskin dengan yang kaya karena semuanya sama-sama perlu memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas melalui Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan. Jadi kita tidak usah memikirkan lagi yang miskin saja,” ungkap perwakilan dari Dinas Kesehatan, Idris.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Lubuklinggau Eka Susilamijaya.juga menyepakati bahwa BPJS Kesehatan akan mengupayakan UHC tersebut dapat tercapai pada bulan April 2019. Saat ini cakupan Universal Health Coverage (UHC) Kota Lubuklinggau mencapai 74,67% dari total penduduk atau sebanyak 166.172 jiwa yang telah terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS. 

“Kami pada prinsipnya sepakat dan bersedia karena dari sudah 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan memang baru satu kabupaten yang telah mencapai UHC yaitu Kabupaten Lahat. Semoga langkah ini nantinya akan disusul daerah yang lain," harapnya.

(Rw/na)