04 Des 2018
  |  
Dilihat : 75 kali

BPJS Kesehatan Sibolga Dukung Prinsip Ease of Doing Business Pada Sistem OSS

Sibolga, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Sibolga melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, serta Mekanisme Integrasi Pendaftaran JKN-KIS Badan Usaha melalui Sistem Online Single Submission (OSS) Kepada Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU-BU) dan Portal BPJS Kesehatan di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah pada Senin (03/12) di Kota Sibolga.

Pada kegiatan ini turut hadir Asisten I Pemerintah Kota Sibolga Josua Hutapea, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Sibolga, Junifati Ziliwu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Sibolga, Resdi Dorlince Sianturi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tapanuli Tengah, Marajohan Parulian Sitompul, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tapanuli Tengah, Erwin Marpaung beserta jajaran.

Hadir juga beberapa perwakilan dari serikat buruh/pekerja baik untuk wilayah Kota Sibolga maupun Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kepada tim Jamkesnews.com, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga Rudhy Suksmawan Hardhiko menyampaikan bahwa Online Single Submission (OSS) adalah salah satu inovasi yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka percepatan dan peningkatan penanaman modal dan berusaha, dengan cara menerapkan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

“OSS ini menjunjung tinggi prinsip ease of doing bussiness atau kemudahan dalam memperoleh izin untuk berusaha, OSS ini juga terintegrasi dengan sistem di BPJS Kesehatan. Sehingga nantinya Badan Usaha dapat mendaftarkan perusahaannya beserta dengan pekerjanya melalui OSS, karena sudah terintegrasi dengan Aplikasi milik BPJS Kesehatan yaitu Edabu (Elektronik Data Badan Usaha),” jelas Rudhy.

Rudhy juga menjelaskan beberapa data yang dibutuhkan untuk pendaftaran peserta diantaranya yaitu NIK atau paspor bagi tenaga kerja asing, Nomor kartu keluarga, nama Peserta,  Status (peserta, istri suami, anak), tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, status kawin, nomor telepon atau telepon seluler, alamat surat elektronik, alamat Peserta, nomor pokok pegawai, upah dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Asisten I Pemerintah Kota Sibolga Josua Hutapea menyampaikan dengan adanya integrasi antara OSS dan aplikasi milik BPJS Kesehatan maka badan usaha akan semakin mudah untuk mendaftarkan perusahaannya untuk memperoleh izin berusaha sekaligus mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta JKN-KIS.

“Para instansi terkait juga harus tetap berkomunikasi dengan baik terkait implementasi sistem OSS ini, agar tujuan sistem OSS ini dibangun yaitu untuk memberikan kemudahan memperoleh izin berusaha, dapat terwujud dan badan usaha beserta pekerjanya juga terdaftar menjadi peserta JKN-KIS,” ujar Josua. (HF/ha)