04 Des 2018
  |  
Dilihat : 17 kali

Seluruh Kades di Kab.Sidrap dapat Pencerahan mengenai Perpres No. 82 tahun 2018

Parepare, Jamkesnews – Kepala Desa dan perangkat desa wajilb terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehaat (JKN-KIS) pada segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), hal ini  yang belum dilaksanakan sepenuhnya di Kabupaten Sidenreng Rappang (Kab.Sidrap) karena keberadaan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) sumber dana APBD yang kepesertaannya mencakup seluruh warga Kabupaten Sidrap.

Untuk mengurai dan mengembalikan ke proporsi yang sebenarnya, BPJS Kesehatan Cabang Parepare melaksanakan sosialisasi kepada Kepala Desa dan perangkat desa se-Kabupaten Sidrap bertempat di Aula SKPD Sidrap pada Senin (3/12).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Parepare Sarman Palipadang, mengungkapkan sosialisasi ini bertujuan untuk menyebarkan informasi terkait regulasi baru yang ada dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2018 dimana dalam Perpres ini Kepala Desa dan perangkat desa merupakan Pekerja Penerima Upah (PPU) sehingga jaminan kesehatannya wajib diambil dari alokasi dana desa, perhitungannya tidak lagi mandiri atau PBI (APBD) yang dibantu oleh Pemda karena punya upah yang dibayar oleh Pemerintah Pusat.

"Diharapkan seluruh informasi yang telah didapatkan pada sosialisasi hari ini, agar disebarkan ke seluruh masyarakat sehingga masyarakat paham akan program JKN-KIS, dimana terlebih yang hadir di sini para Kepala Desa yang merupakan pimpinan tertinggi di suatu desa serta yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa," ungkap Sarman.

Sementara itu staf ahli Bupati Sidrap, H.Amir A Wali yang membuka sosialisasi tersebut berharap agar para Kepala Desa memahami aturan baru jaminan kesehatan seiring terbitnya Perpres Nomor 82 tahun 2018 ini dan diharapkan pula untuk menyebarkan informasi yang diperoleh dalam sosialisasi ini kepada para aparatnya.

"Semoga dengan diadakannya sosialisasi ini para Kepala Desa memahami aturan baru mengenai jaminan kesehatan sesuai dengan Perpres Nomor 82 tahun 2018," Ungkap Amir.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh Kepala Desa untuk memahami dan menyosialisasikan manfaat menjadi peserta JKN-KIS kepada seluruh warga masyarakat di wilayahnya, dalam sosialisasi ini dipaparkan pula prinsip utama program JKN-KIS yaitu gotong royong, dimana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit.

Untuk saat ini per Desember 2018, jumlah peserta yang terdaftar JKN-KIS 333.598 Jiwa dan 106 Desa/Kelurahan se Kabupaten Sidrap. (HS/hs)