08 Nov 2018
  |  
Dilihat : 163 kali

Eksistensi BPJS Kesehatan dalam The International Public Service Forum Tahun 2018

Jakarta Pusat, Jamkesnews - The International Public Service (IPS) Forum Tahun 2018 resmi digelar hari ini. Acara yang diselenggarakan pada 7-8 November 2017 ini baru pertama kali dilaksanakan sebagai wadah untuk berkomunikasi dan berinteraksi bagi penyedia dan pengguna pelayanan publik. Dengan masuknya Mobile JKN pada  jajaran 99 Top Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018, maka membuat BPJS Kesehatan turut menjadi bagian pada acara yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) ini.  

Sesuai dengan tema yang diambil yaitu “Expanding and Improving Public Services Delivery Through Collaborative Action”, acara  ini bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada dunia atas inovasi - inovasi pelayanan publik di Indonesia.

“Dengan dilibatkannya pemerintah pusat dan pemerintah daerah baik dari kementerian maupun lembaga pada forum ini, maka semakin mempermudah BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat untuk mensosialisasikan inovasi yang telah dilahirkan BPJS Kesehatan yaitu Mobile JKN kepada seluruh segmen peserta. Sehingga penggunaannya semakin meluas ke seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Eddy Sulistijanto.

Eddy menambahkan bahwa BPJS Kesehatan sebagai salah satu Lembaga pelayanan publik yang mengembangkan Mobile JKN, berharap agar inovasi ini semakin memudahkan peserta dalam hal pelayanan khususnya pelayanan adminstratif di era digital.

Melalui booth yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan, peserta yang berkunjung akan dibimbing untuk mengunduh dan mengoptimalkan fitur-fitur yang ada pada Mobile JKN. Sehingga peserta tidak perlu datang ke Kantor Cabang untuk mendapatkan informasi dan layanan administrasi, cukup mengakses melalui smartphone maka layanan tersebut dapat diakses secara realtime, mudah dan cepat.

“Sangat kekinian sekali pastinya dengan hadirnya aplikasi ini. Mengikuti era yang berkembang pada saat ini maka telah memudahkan kami sebagai peserta untuk secara mudah dan cepat dalam melakukan pelayanan administratif seperti yang saya lakukan hari ini yaitu mengubah faskes pertama menjadi puskesmas terdekat sesuai dengan domisili saya pada saat ini.” ungkap Yunafadli saat mengunjungi booth BPJS Kesehatan.

Sampai saat ini tercatat pengguna aplikasi Mobile JKN mencapai 2,4 juta dan diharapkan pengguna aplikasi ini akan semakin meningkat dari waktu ke waktu. (EM/rr)