08 Nov 2018
  |  
Dilihat : 32 kali

Ngopi Bareng JKN, BPJS Kesehatan Bahas Fase Transisi dan Evaluasi Sistem Rujukan Online

Jakarta, Jamkesnews - Sistem rujukan online yang telah diujicobakan selama dua bulan sejak tanggal 15  Agustus 2018 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2018 saat ini memasuki  fase transisi dan evaluasi. BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat telah banyak melakukan diskusi, pertemuan, dan pembahasan dengan pemangku kepentingan yang berada di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat.

“Kami memperoleh banyak saran konstruktif atas kondisi ataupun hambatan yang kami temui di lapangan. Tapi kami juga banyak mendengar mengenai hal-hal yang baik dan mendukung penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat Diah Sofiawati dalam kegiatan Ngopi Bareng JKN bersama dengan beberapa media massa yang berada di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat

“Walaupun dalam fase transisi dan evaluasi, Sistem Rujukan Online masih tetap berlaku dengan mengimplementasikan aplikasi Pcare, Vclaim, dan HFIS yang terkoneksi secara online. Kami berharap dalam fase transisi, sistem ini dapat menjadi semakin kuat dan berdampak positif”, lanjut Diah.

Diah menjelaskan uji coba  sistem rujukan online berjalan dengan baik karena Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lebih mudah dalam menentukan tujuan rujukan bagi Peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan rujukan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Para mitra provider FKTP dan FKRTL yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat selama masa uji coba selalu memberikan support dan komunikasi yang baik. Sehingga, masa uji coba dapat berjalan dengan lancar dan permasalahan yang timbul dapat diatasi bersama-sama.

“Dengan membicarakan mengenai stem rujukan online secara komprehensif dan mendalam kepada rekan-rekan media, diharapkan jika nanti ada pertanyaan dari peserta maupun pada saat menemui kasus atau masalah di lapangan rekan-rekan media dapat mengimplementasikan materi yang telah disampaikan,” harap Diah (NT/dn)