07 Nov 2018
  |  
Dilihat : 116 kali

Ngopdar Bareng Media Pamekasan, Ini Pesan BPJS Kesehatan

Pamekasan, Jamkesnews –Upaya demi upaya untuk menyukeskan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Pamekasan terus digencarkan. Terbaru, BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan  mengadakan kegiatan “Ngopi Bareng BPJS Kesehatan” dengan sejumlah awak media baik cetak, elektronik maupun media online di wilayah Kabupaten Pamekasan, Rabu (07/11). Kegiatan itu digelar sebagai salah satu upaya untuk menjalin hubungan kemitraan antara BPJS kesehatan Cabang Pamekasan dengan media massa di Pamekasan, serta meningkatkan pemahaman insan pers terhadap program yang telah bergulir sejak awal Januari 2014 itu.

Pada acara yang dikemas santai tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Mohamad Ismail Marzuki menekankan pentingnya persamaan persepsi antara BPJS Kesehatan dengan media massa. Menurut Ismail, media massa memiliki peran untuk memberikan informasi yang tepat di masyarakat guna meningkatkan kesadaran terhadap  Program JKN-KIS.

“Dengan adanya forum ini, harapan kami media massa yang ada di Pamekasan dapat lebih membantu kami dalam memberilan pemahaman kepada masyarakat secara tepat. Selain itu kami juga mengajak insan pers untuk menangkal isu-isu tidak benar atau hoax yang selama ini banyak beredar di masyarakat, terlebih tingkat pemahaman masyarakat terhadap BPJS Kesehatan utamanya di Madura Raya ini masih relatif perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ismail memberikan beberapa penjelasan penting seputar implementasi rujukan online, capaian kepesertaan JKN-KIS di seluruh Kabupaten di Pulau Madura, serta tantangan yang dihadapi oleh pihaknya dalam menyelenggarakan program yang berasaskan gotong royong itu.

“Beberapa hal yang perlu diketahui oleh rekan-rekan (media), bahwa pada 01 Januari 2019, hukumnya adalah wajib seluruh penduduk Indonesia terdaftar kedalam Program JKN-KIS, untuk itu pemberitaan yang tepat dari media massa ini sangat kami harapkan agar seluruh pihak menyadari bahwa JKN-KIS ini merupakan program yang harus dikawal bersama,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu jurnalis media massa yang hadir, Mulyadi, menilai jika diskusi ringan dengan dikemas dalam acara ngopi bersama merupakan sesuatu yang jarang diadakan oleh instansi di Kabupaten Pamekasan.

“Diskusi seperti ini penting untuk dilakukan, karena bagi kami sangatlah penting untuk memahami apa yang menjadi program dari BPJS Kesehatan. Dengan begitu, pemberitaan bisa menjadi lebih berimbang karena kami mendapatkan informasi yang cukup,” pungkasnya. (tw/ar)