10 Jan 2020
  |  
Dilihat : 30 kali

DISNAKERTRANS PROVINSI BENGKULU BERSAMA BPJS KESEHATAN DAN BPJS KETENAGAKERJAAN SIAP SUKSESKAN SJSN

Bengkulu, Jamkesnews – Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi Provinsi Bengkulu sepakat mendorong seluruh Badan Usaha yang berada di Provinsi Bengkulu agar mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam program Jaminan Sosial yang ada di BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Bertermpat di ruang rapat Kepala Dinas Ketenakaerjaan dan transmigrasi Provinsi Bengkulu Sudoto selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmingrasi Provinsi Bengkulu menyatakan bahwa saat ini dengan telah ditandatanganinya peraturan Gubernur Bengkulu tentang jaminan sosial bagi pekerja. Diharapkan akan ada turunannya berupa aturan teknis sehingga dapat segera di implementasikan dan disosialisasikan kepada seluruh Badan Usaha yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu.

“Beberapa waktu yang lalu Peraturan Gubernur tentang jaminan Sosial bagi pekerja yang telah kita susun bersama telah selesai ditandatangani, namun Peraturan Gubernur ini sifatnya masih sebatas operasional, nah ini akan kita Breakdown ke level operasional dalam bentuk Surat Edaran, kita harap upaya kita tidak hanya selesai di publikasi Peraturan Gubernur namun harus diteruskan ke dalam level teknis dalam bentuk Surat Edaran," ujar Sudoto.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Dede Ahadiyat beserta Pihak dari BPJS Ketenagakerjaan.

Dede Ahadiyat selaku perwakilan dari BPJS Kesehatan menyambut baik dengan telah keluarnya Peraturan Gubernur tersebut dan mendukung upaya yang hendak dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu.

“BPJS Kesehatan mendukung upaya dari Dinas Ketengakerjaan dan transmigrasi Provinsi Bengkulu yang hendak mendorong keluarnya peraturan teknis dalam bentuk Surat Edaran Gubernur Bengkulu, tentunya kami akan berkoordinasi dengan tim teknis terkait Surat Edaran tersebut yang merupakan turunan dari Pergub ini, terutama fokus kami kepada pekerja BHL yang masih banyak belum mendapatkan jaminan kesehatan,” ucap Dede (10/1).

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2019, sebanyak 1.610.575 jiwa atau 80.47 % jiwa dari 2.001.578 jiwa jumlah penduduk Provinsi Bengkulu telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. (RW/dw)