30 Nov 2019
  |  
Dilihat : 46 kali

BPJS Kesehatan Bandung Gelar Mentoring Spesialis Layanan Refraksi

Bandung, Jamkesews – Untuk memastikan kompetensi dokter di FKTP dalam memberikan diagnosa terhadap tingkat gangguan refraksi mata, BPJS Kesehatan Cabang Bandung menggelar kegiatan Mentoring Spesialis Optimalisasi PRB dan Prolanis serta Tatalaksana Kelainan Refraksi Ringan di FKTP dengan mengundang 56 Puskesmas dan 44 Klinik Pratama pada Kamis (28/11). Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Komite Mata Nasional Aldiana Halim yang juga merupakan Wakil Ketua Perdami Jawa Barat yang saat ini berpraktek di RS Mata Cicendo.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan meluncurkan salah satu kemudahan bagi peserta yaitu berupa pelayanan kacamata untuk gangguan refraksi mata ringan yang dapat diakses di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Melalui layanan ini, peserta tidak perlu dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKTRL).

“Pada prinsipnya, semua langkah yang ditempuh untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata harus didukung. Bayangkan jika peserta yang tempat tinggalnya jauh dari kota, dengan adanya akses layanan refraksi yang bisa terkoreksi di FKTP tentunya sangat mempermudah mereka. Sehingga penanganan gangguan penglihatan yang dibutuhkan, dalam hal ini refraksi, dapat tuntas di FKTP,” ungkap Komite Mata Nasional Aldiana Halim.

Aldi menambahkan dari jumlah peserta yang membutuhkan kacamata, ditemukan sekitar 60-70% justru tidak menggunakan kacamata. Salah satu penyebabnya adalah masyarakat kesulitan mengakses fasilitas kesehatan yang memfasilitasi layanan refraksi. Padahal, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 514 Tahun 2015 dijelaskan bahwa pemeriksaan refraksi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki dokter pelayanan primer. Selain kompetensi tersebut, ia juga menambahkan beberapa aspek pendukung lainnya.

“Untuk pembentukan sistem, aspek-aspek seperti human resource, infrastruktur dan peralatan, penyediaan kacamata serta optiknya harus siap. Jika tidak siap, maka pelaksanaannya akan menjadi hal yang tidak bermanfaat,” jelas Aldi.

Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung Mokhamad Cucu Zakaria mengaku optimis implementasi layanan kacamata di FKTP Kota Bandung dapat berjalan optimal. Dirinya juga membutuhkan adanya dukungan penuh dari seluruh FKTP mitra BPJS Kesehatan di wilayah Bandung untuk memenuhi kriteria yang dapat menunjang pemeriksaan refraksi tersebut.

“Tentunya kami membutuhkan kerja sama dari FKTP yang memenuhi kriteria untuk pemeriksaan refraksi serta telah didukung oleh sarana dan peralatan yang dibutuhkan. Sedangkan untuk FKTP yang belum dapat memberikan layanan pemeriksaan refraksi, maka dapat dilakukan di optik mapping selanjutnya dilegalisasi oleh FKTP,” tutur Cucu.

Sebagaimana informasi, BPJS Kesehatan Cabang Bandung merupakan salah satu dari 17 Kantor Cabang se-Indonesia yang melakukan uji coba pelayanan penjaminan kacamata per 1 November 2019 lalu. Melalui sistem ini, penguatan peran dan fungsi FKTP sebagai gate keeper dapat memberikan kemudahan pelayanan kacamata tanpa harus mengantri di rumah sakit. (BS/rm)