30 Nov 2019
  |  
Dilihat : 29 kali

BPJS Kesehatan Yogyakarta Jelaskan Seputar JKN-KIS ke Anggota Kodim Gunungkidul

Wonosari, Jamkesnews – Guna meningkatkan pemahaman tentang hak dan kewajiban peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta mengedukasi anggota Kodim Gunungkidul, Jumat (29/11). Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Khoirur Rosid, mengatakan sosialisasi kepada anggota TNI perlu dilakukan karena mereka menjadi salah satu segmentasi kepesertaan dalam Program JKN-KIS.

”Dengan edukasi ini harapannya mereka lebih peduli dengan kesehatannya. Apalagi sebagai anggota TNI yang bertugas membela negara sehingga kesehatan itu sangat penting,” katanya.

Sejumlah informasi yang diberikan adalah seputar kepesertaan, pelayanan peserta, hak dan kewajiban peserta, manfaat pelayanan kesehatan hingga informasi terbaru dari BPJS Kesehatan. Tak lupa, juga disosialisasikan mengenai aplikasi Mobile JKN. Rosid juga mengimbau agar seluruh peserta mengunduh aplikasi tersebut agar peserta tak perlu lagi ke Kantor BPJS Kesehatan untuk melakukan hal-hal yang bersifat administratif, seperti perubahan data peserta, ganti lokasi fasilitas kesehatan, cek tagihan iuran, dan sebagainya.

Antusiasme peserta cukup bagus dalam mengikuti sosialisasi tersebut. Beberapa ada yang bertanya tentang manfaat pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan. Tak ketinggalan, Rosid juga menjelaskan mengenai aturan terbaru tentang penyesuaian iuran. Dia berharap, para anggota TNI dapat berkontribusi dalam Program JKN-KIS sesuai dengan kompetensinya, serta turut menyosialisasikan program ini kepada masyarakat di sekitar.

”Jika sudah teredukasi seperti ini harapannya saat implementasi tidak ada kendala. Berobat sesuai dengan prosedur itu sudah cukup membantu program ini,” imbuh Rosid.

Sementara itu, Rohmadi, salah satu peserta kegiatan, mengaku sangat tertarik dengan materi yang diberikan. Pemahaman dan pengetahuannya meningkat sehingga dia tidak kebingungan lagi memanfaatkan layanan kesehatan dengan JKN-KIS.

”Awalnya saya sedikit bingung, harus berobat ke Puskesmas dulu atau bisa langsung ke rumah sakit. Karena saya belum pernah berobat pakai JKN-KIS, ya saya masih belum ada gambaran tentang alurnya bagaimana. Tetapi setelah dijelaskan, saya menjadi paham bahwa alurnya itu harus dari pelayanan primer terlebih dulu, kecuali dalam kondisi gawat darurat,” ungkapnya.(ma/dw)