29 Nov 2019
  |  
Dilihat : 112 kali

Mengoptimalkan Layanan PRB di Deli Serdang

Deli Serdang, Jamkesnews - Untuk mengopimalkan kualitas pelayanan sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada peserta, BPJS Kesehatan rutin menggelar evaluasi terhadap program-programnya. Salah satunya evaluasi terhadap implementasi Program Rujuk Balik (PRB).

Bertempat di Gedung PPUD Deli Serdang, BPJS Kesehatan Cabang Lubuk Pakam mengundang seluruh pimpinan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dan pengelola apotik PRB untuk hadir dalam diskusi bersama, Kamis (28/11) .

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Lubuk Pakam Riska Sari menerangkan bahwa PRB adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang. Layanan PRB ini dilaksanakan di FKTP atas rekomendasi atau rujukan balik dari dokter spesialis atau sub spesialis yang merawat.

“Kami perlu untuk secara rutin membangun dukungan dan kerjasama dari fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan untuk memberikan surat rujuk balik dengan informasi yang lengkap bagi pasien yang sudah dalam kondisi stabil,” ucap Riska.

ia juga berujar bahwa pihaknya perlu mempertemukan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan program PRB agar koordinasinya semakin baik. Menurutnya, ada beberapa tantangan di lapangan yang perlu segera dicarikan solusinya bersama-sama, sehingga pelaksanaan PRB bisa berjalan optimal. Adapun salah satu outcome yang diharapkan dari pertemuan ini adalah semakin membaiknya proses saat merujuk pasien PRB antar fasilitas kesehatan.

“Dengan pertemuan ini kita harap ada solusi yang dapat segera dieksekusi demi kebaikan peserta JKN-KIS, tentu dengan mempertimbangkan kenyamanan pihak pengelola fasilitas kesehatan juga,” ujar Wiwik.

Sementara itu, pimpinan Klinik Mars, Kolam Tarigan, menyampaikan masukan agar rujukan pasien ke rumah sakit yang berbeda poli dapat diberlakukan mekanisme tersendiri.

“Untuk rujukan pasien ke rumah sakit yang berbeda poli agar diberlakukan rujukan internal dari rumah sakit sehingga tidak memberatkan FKTP mengeluarkan rujukan lebih dari satu,” usulnya. (hf/am)