29 Nov 2019
  |  
Dilihat : 52 kali

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Puskesmas Labuhan Rasoki Adakan Mini Lokakarya

Padangsidimpuan, Jamkesnews - Membangun kesehatan di masyarakat tidak dapat dilakukan sebatas kontak pemberi pelayanan kesehatan dengan pasien secara dua arah, namun harus dilaksanakan secara komprehensif. Baik pelayanan promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif, diperlukan partisipasi dari seluruh lapisan mayarakat, emerintah, serta para pemangku kepentingan. Peranan lintas sektor dari berbagai desa sangat diharapkan untuk ikut menyosialisasikan program-prorgam Puskesmas dan Program JKN KIS.

Sebagai salah satu penyedia pelayanan kesehatan di daerah, Puskesmas Labuhan Rasoki secara intensif berupaya membangun sinergi yang kuat terutama dengan Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan. Salah satunya melalui mini lokakarya yang diselenggarakan pada Kamis (28/11).

“Kami ingin meyakinkan masyarakat dan mengubah paradigma mereka bahwa puskesmas hanya tempat berobat jika sakit dan mengambil rujukan. Lebih dari itu, puskesmas telah menjadi basis dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan dengan program yang saling terintegrasi,” kata Kepala Puskesmas Labuhan Rasoki, Giovani Simbolon .

Puskesmas Labuhan Rasoki sendiri memiliki peserta JKN-KIS terdaftar sebanyak 3.575 jiwa yang tersebar di 17 desa pada Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, dengan jumlah kunjungan peserta rata-rata 150 kunjungan dalam setiap bulan.

Senada dengan pernyataan tersebut, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan Rahayu Wahyuni yang turut menghadiri lokakarya menyampaikan bahwa tren pemanfaatan JKN-KIS di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Rasoki masih memerlukan dukungan dari banyak pihak.

“Kami mengapresiasi upaya Puskesmas Labuhan Rasoki dalam melibatkan lintas sektor dalam kegiatan mini lokakarya. Hal ini menjadi langkah yang sangat baik agar peserta sadar bahwa negara hadir melalui Program JKN-KIS,” jelasnya.

Rahayu menambahkan, sinergitas mutlak dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan, mengingat kesehatan merupakan hak dasar warga negara yang sering diabaikan. Mini lokakarya diharapkan menjadi ruang untuk melakukan problem solving demi pembangunan kesehatan yang lebih maju. (hf/fz)