07 Nov 2019
  |  
Dilihat : 105 kali

Upayakan Percepatan UHC, Sekda Aceh Tenggara Bentuk Tim Terpadu

Aceh Tenggara, Jamkesnews — Pemerintah daerah memegang peranan penting dalam Program JKN-KIS sehingga koordinasi antar pemangku kepentingan sangat dibutuhkan demi kelancaran dan peningkatan kualitas pelayanan serta memperluas cakupan kepesertaan menuju Universal Health Coverage (UHC). Untuk itu, BPJS Kesehatan Cabang Langsa, melaksanakan forum kemitraan dengan pemangku kepentingan utama tingkat Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (06/11).

Sekretaris Daerah Aceh Tenggara Muhammad Ridwan menyampaikan bahwa berdasarkan data BPJS Kesehatan per Desember 2018, pencapaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Aceh Tenggara saat ini masih 90,65% dari total penduduk Aceh Tenggara yaitu sebanyak 225.606 jiwa.

“Info terkini dari Disdukcapil penduduk Aceh Tenggara per Oktober 2019 sudah mencapai 231.357 jiwa, hal ini menandakan bahwa pencapaian Kabupaten Aceh Tenggara menjadi lebih rendah lagi yaitu 88,39%,” ungkapnya.

Ia sangat berharap kepada peserta forum untuk mendengarkan dan memahami apa yang menjadi isu dan kendala yang terjadi saat ini. Mengingat hasil dari forum sebelumnya yang telah dijalankan ternyata penambahan hanya sebanyak 2.283 jiwa. Ridwan juga menyarankan agar forum kemitraan dengan pemangku kepentingan ini menghasilkan kesepakatan untuk membentuk Tim Terpadu Vaditas Data dan Percepatan Pendaftaran di Kabupaten Aceh Tenggara.

“Pencapaian ini menjadi tugas besar bagi kita semua dan sangat diharapkan untuk bisa mengejar ketertinggalan selama ini dan segera selesai pada minggu ke-2 Desember,” tegas Ridwan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Langsa, Nur Eva Parindury mendukung penuh serta mengapresiasi rencana yang telah disusun dalam forum tersebut.

“Ide-ide ini sangat bagus, semoga dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan. Serta sangat diharapkan dapat menunjang peningkatan pencapaian kepesertaan di Kabupaten Aceh Tenggara menjadi 100% pada 31 Desember 2019,” ujar Eva. (hf/kn)