06 Nov 2019
  |  
Dilihat : 108 kali

BPJS Kesehatan Bekali Calon Dokter Jebolan Unpad Seputar JKN-KIS

Bandung, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Bandung diundang untuk menjadi salah satu narasumber dalam acara Pembekalan Lulusan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Selasa (05/11). Acara tersebut diikuti oleh para mahasiswa yang telah lulus pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Agustus 2019.

Kegiatan tersebut menjadi momentum tepat bagi BPJS Kesehatan untuk memberikan pemahaman dan edukasi terkait Program JKN-KIS kepada calon tenaga medis yang sudah dapat dipastikan nantinya akan memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS.

“Para lulusan FK Unpad ini nantinya akan bersentuhan langsung dengan peserta JKN-KIS dalam memberikan pelayanan kesehatan. Bukan tanpa alasan, kepesertaan JKN-KIS saat ini sudah mencapai lebih dari 222 juta jiwa dan telah bekerja sama dengan 27.315 fasilitas kesehatan se-Indonesia. Untuk itulah, kita perlu menyampaikan gambaran terkait Program JKN-KIS, apa saja yang telah di mandatkan regulasi dalam pelayanan kesehatan. Harapannya, teman-teman dapat menjadi tenaga medis yang handal dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat serta dapat memberikan layanan kesehatan sesuai dengan regulasi yang berlaku terutama untuk Program JKN-KIS,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Canag Bandung Mokhamad Cucu Zakaria.

Pada kesempatan yang sama, Cucu juga menyampaikan konsep Program JKN-KIS yang berlandaskan asuransi sosial, artinya, program tersebut dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Kepesertaan JKN-KIS sifatnya wajib bagi seluruh warga, sehingga harus membayar iuran sesuai segmen kepesertaan yang dimilikinya. Hal tersebut jelas dan telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

BPJS Kesehatan Cabang Bandung telah menjalin kerja sama dengan Universitas Padjadjaran sejak tahun 2016. Selain bentuk dukungan terhadap Program JKN-KIS, kerja sama tersebut dibentuk untuk memastikan semua mahasiswa Universitas Padjadjaran memiliki jaminan kesehatan.

“Selamat bertugas untuk semua teman-teman, semoga ilmu pengetahuan yang didapat selama ini bermanfaat dan menjadi berkah dengan memberikan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, semoga nantinya punya manajemen pengelolaan yang baik dalam memberikan pelayanan kesehatan di era JKN-KIS ini,” tuturnya.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Ketua IKA FK Universitas Padjadjaran Bambang Setiohadji yang juga merupakan salah seorang praktisi kesehatan dan mengikuti perkembangan jaminan kesehatan sejak BPDPK hingga sekarang. Ia menuturkan, bahwa di era JKN-KIS ini masyarakat banyak yang merasa sangat tertolong.

“Pengobatan masyarakat dapat ditanggung sepenuhnya. Dulu jika ingin berobat, masyarakat butuh uang yang banyak. Tapi saat ini, hampir semua jenis penyakit dijamin oleh BPJS Kesehatan. Pemeriksaan MRI, radioterapi, kemoterapi, cuci darah, hingga ke perawatan yang berbiaya mahal. Adanya Program JKN-KIS, patut disyukuri bersama,” jelas Bambang.

Selain itu, Bambang juga mengimbau kepada calon-calon tenaga medis di masa depan untuk bijak dalam berkomentar. Jika memang terdapat semacam kendala dalam pelayanan, maka baiknya mencari info sebanyak-banyaknya dan dikoordinasikan dengan ahlinya. (BS/rm)