05 Nov 2019
  |  
Dilihat : 26 kali

Komitmen FKTP Kota Pekalongan Sukseskan Sistem Rujukan Horizontal

Pekalongan, Jamkesnews - BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan melakukan pertemuan dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat pertama (FKTP) untuk memastikan kesiapan FKTP dalam mengimplementasikan rujukan horizontal berbasis online, yang diikuti oleh Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dan 60 perwakilan FKTP, Senin (04/11).

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Hendro Sofyan Hadi menjelaskan ketentuan rujukan horizontal sudah diatur dalam Permenkes 001/2012, dan sudah bisa dilakukan secara online saat ini. Dijelaskan pula oleh Hendro bahwa pelaksanaan rujukan horizontal online ini dengan menggunakan aplikasi P-Care yang telah terintegrasi dengan HFIS, dengan catatan FKTP harus melakukan update profiling FKTP berupa pembaruan informasi sarana prasarana serta kelengkapan kompetensi (kemampuan) mereka.

“Sistem rujukan horizontal merupakan rujukan yang dilakukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan. Hal ini bisa dilakukan jika perujuk (fasilitas kesehatan) tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien karena faktor keterbatasan fasilitas, peralatan, dan atau ketenagaan yang sifatnya sementara atau menetap,” ujar Hendro. 

Ia pun menekankan bahwa rujukan horizontal lebih diutamakan pada kasus non spesialistik, yaitu kasus-kasus yang seharusnya bisa ditangani oleh FKTP. Peran FKTP menjadi sangat vital dalam sistem rujukan horizontal ini. Diharapkan dengan adanya sistem ini, FKTP diharapkan saling berlomba-lomba untuk lebih meningkatkan sarana serta prasana dan kompetensinya untuk memberikan pelayanan terbaik dan bermutu kepada peserta JKN-KIS. 

"Secara sederhana konsepnya adalah ketika dilakukan tindakan pada FKTP yang tidak memiliki sarana yang memadai, bisa dirujuk pada FKTP yang lebih lengkap sarananya dan mampu untuk melakukan penindakan. Jadi tidak perlu dirujuk ke rumah sakit atau klinik utama,” ungkap Hendro.

Hendro pun menyampaikan bahwa peran aktif dari Dinas Kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya, pun menentukan keberhasilan pelaksanaan rujukan horizontal berbasis online ini.   

Sementara itu perwakilan dari FKTP yang hadir, dokter keluarga dr. Sri Nurdijah Kasbollah, mengatakan bahwa pihaknya akan berkomitmen mendukung sistem rujukan horizontal ini, karena peran FKTP sebagai gate keeper menentukan keberhasilan sistem ini. Peningkatan sarana dan prasarana seperti alat-alat penunjang kesehatan akan menjadi perhatian semua FKTP, selain peningkatan kompetensi.

“Intinya kontak pertama pelayanan merupakan tempat pertama yang dikunjungi peserta setiap kali mendapat masalah kesehatan, bukan lagi malah langsung ke rumah sakit tapi melalui Puskesmas atau dokter keluarga terlebih dahulu. Kemudian jika butuh rujukan lebih lanjut maka akan dilakukan oleh Puskesmas lainnya yang lebih lengkap,” ungkap Sri.(ma/ey)