31 Okt 2019
  |  
Dilihat : 26 kali

TINGKATKAN PEMAHAMAN PROGRAM JKN-KIS, BPJS KESEHATAN LAKUKAN GTC KEPADA SELURUH SEGMEN MASYARAKAT

Banjarmasin, Jamkesnews – BPJS Kesehatan sebagai badan yang diamanahkan oleh undang-undang untuk menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) selalu berupaya meningkatkan pemahaman kepada masyarakat terhadap penyelenggaraan program JKN-KIS ini. Salah satu upaya yang dilakukan untuk melakukan penyebaran informasi secara cepat, tepat dan langsung diterima oleh masyarakat tersebut yakni melalui program BPJS Kesehatan Goes to Customer (GTC).

BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin sebagai salah satu kantor yang menyelenggarakan GTC hari ini, Kamis (31/10) di salah satu perusahaan yang ada di kota Banjarmasin yang dihadiri 48 orang. Kepala bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Henny menjelaskan kegiatan GTC ini dilakukannya serentak di seluruh Kabupaten/Kota wilayah kerja Cabang Banjarmasin.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dengan skema jemput bola dimana kita langsung turun ke lapangan memberikan sosialisasi dan menerima masukan dan kendala yang dialami oleh masyarakat itu sendiri. Sehingga diharapkan setelah sosialisasi ini mereka menjadi lebih mengerti dan pengetahuan mengenai Program JKN-KIS ini bisa disalurkan ke orang-orang sekitarnya,” kata Henny.

Henny menjelaskan masih banyak masyarakat di luar sana yang merasa belum perlu untuk terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Oleh karena sosialisasi GTC yang dilakukan kepada seluruh segmen masyarakat diharapkan mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya Program JKN-KIS.

“Saat ini kebutuhan akan jaminan kesehatan adalah salah satu prioritas utama. Dengan terdaftar menjadi peserta Program JKN-KIS setidaknya kita sudah memiliki jaminan/protection apabila sewaktu-waktu kita sakit. Masih banyak orang-orang yang merasa apabila tidak sakit, menjadi peserta JKN-KIS adalah hal yang sia-sia,  padahal dengan kita selalu menjaga kondisi kita untuk tetap sehat kita bisa membantu saudara-saudara kita di luar sana yang sakit melalui iuran rutin yang kita bayarkan. Sakit tidak ada yang tahu kapan datangnya dan tidak ada satu orang pun yang berharap akan sakit,” tambah Henny.

Henny juga mengatakan dengan menjadi peserta Program JKN-KIS merupakan bentuk compliance terhadap peraturan perundang-undangan sebagai warga Indonesia. Karena Program JKN-KIS adalah salah satu program strategis pemerintah yang telah diatur dengan jelas di peraturan perundang-undangan.

Pada kegiatan sosialisasi tersebut juga disampaikan informasi yang masih sering menjadi kendala yang dialami oleh peserta JKN-KIS, yakni mengenai alur pelayanan saat mereka hendak menggunakan JKN-KIS untuk berobat.

“Pada Program JKN-KIS ada yang namanya rujukan berjenjang apabila kita ingin berobat di fasilitas kesehatan. Jadi untuk berobat kita harus melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat kita terdaftar terlebih dahulu dan apabila memerlukan penanganan lebih lanjut barulah dirujuk ke rumah sakit. Tapi hal tersebut tidak berlaku untuk kejadian gawat darurat. Terkait hal tersebut masih banyak peserta yang belum memahami sehingga mereka masih kebingungan saat menggunakan kepesertaannya untuk berobat,” ujar Henny.

Agus Wahyudi salah satu pegawai perusahaan yang mengikuti sosialisasi GTC mengatakan sosialisasi ini sangatlah penting dilakukan secara rutin kepada seluruh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini saya menjadi lebih paham dan menyadari kenapa saya memang harus terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Saya memang sudah terdaftar tetapi saya masih mengalami kebingungan dan keraguan saat mau menggunakan ketika saya hendak berobat. Ujung-ujungnya saya berobat menjadi pasien umum. Dari sosialisasi ini saya jadi lebih memahami alurnya kalo saya mau menggunakannya nanti, kebetulan istri saya sedang hamil dan rencananya saya akan menggunakan JKN-KIS untuk kontrol kandungan istri saya,” kata Agus. (KA/gn).