17 Okt 2019
  |  
Dilihat : 10567 kali

Membantu Program JKN-KIS, Kader JKN Bukan Debt Collector

Serang, Jamkesnews – BPJS Kesehatan terus melakukan sosialisasi program JKN-KIS dan penagihan langsung kepada peserta yang saat ini masih menunggak pembayaran iuran. Penagihan langsung ini  dilakukan oleh para relawan yang disebut juga dengan Kader Jaminan Kesehatan Nasional (Kader JKN).

Adanya istilah debt collector bagi Kader JKN dirasa tidak tepat, hal tersebut disampaikan langsung Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Sofyeni.

“Kader JKN merupakan wujud partisipasi masyarakat yang turut membantu program pemerintah dalah hal melakukan sosialisasi, edukasi, pendaftaran  peserta serta pengingat dan pengumpul iuran. Mereka direkrut langsung oleh BPJS Kesehatan dengan kapasitas dan kriteria yang telah sesuai ditetapkan,” ungkap Sofyeni.

Ditemui di tempat berbeda Aef Awaludin Al Bantani (30), merupakan Kader JKN asal Kampung Salila, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang. Menurutnya, pengertian debt collector yang berkembang di masyarakat berbeda dengan Kader JKN. Profesi Kader JKN dapat dikatakan sangat membantu program pemerintah (BPJS Kesehatan) dalam menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai program JKN-KIS, termasuk mengingatkan dan mengumpulkan iuran dari peserta sesuai ketentuan. 

 

Aef yang ditemui di rumahnya menjelaskan dirinya selalu menggunakan atribut resmi dari BPJS Kesehatan. Lebih lanjut Aef menyampaikan meski profesinya yang dijalani saat ini masih dianggap sebelah mata, namun dirinya tak patah arang  untuk terus berusaha mengingatkan untuk selalu membayar iuran JKN-KIS kepada peserta mandiri di wilayahnya yang meliputi Kelurahan Sukajaya, Cilaku, Curug Manis dan Serang.

“Terkadang masih suka mendapat perlakuan yang membuat hati tidak enak ketika datang ke rumah peserta untuk mengingatkan pembayaran iuran, namun saya  tidak akan pernah bosan memberikan informasi, melakukan edukasi terkait Program JKN-KIS dan tidak lupa pula menanyakan masalah dan keluhan peserta, karena kebanyakan peserta yang tidak ingin membayar iuran karena kesadaran dan keinginan gotong royong membayarnya masih rendah,” kata Aef yang merupakan salah satu Kader JKN berprestasi di Kota Serang. 

Melihat penuh semangatanya Aef manjalani profesi sebagai Kader JKN, mengetuk hati Muta’Alim yang merupakan Ayah kandung Aef untuk mengikuti jejak sang anak menjadi Kader JKN.

“Berprofesi sebagai Kader JKN, saya kira sangat mulia. Selain membantu program pemerintah kita juga dapat bersilaturahmi dengan banyak orang,” kata Muta’Alim yang akhirnya juga menjadi Kader JKN di wilayah Kota Serang.

Muta’Alim yang mengaku baru 5 bulan aktif sebagai Kader JKN mengaku sangat bersyukur dapat menjadi Kader JKN, meski sebelumnya ia tidak mengetahui apa itu Kader JKN. Namun setelah dijalani, ternyata profesi ini menurutnya sangat menyenangkan.

“Saya senang menjalani tugas saya ini, datang ke rumah-rumah peserta untuk memberikan edukasi sekaligus mengingatkan pembayaran iuran. Kadang peserta juga menyampaikan keluhan dan meminta dibantu ketika akan berobat. Semuanya saya lakukan dengan senang hati. Saya berharap, BPJS Kesehatan dan program JKN-KIS ini selalu dapat membantu melayani masyarakat. Biaya pengobatan kan memang tidak murah. Untuk itu, masyarakat bisa dapat saling bergotong royong melalui iuran yang dibayarkannya,” pungkas Muta’Alim.  

Saat ini terdapat 78 Kader JKN aktif yang tersebar di Wilayah Serang Raya. Sebelum diterjunkan ke lapangan, tiap Kader telah mendapatkan pelatihan/pembekalan terkait tugas pokok dan fungsi dari Kader JKN. Setiap Kader mengelola lebih kurang 100 sampai 500 keluarga binaan di sekitar wilayahnya yang rutin mereka kunjungi untuk diberikan sosialisasi dan edukasi mengenai program JKN-KIS, sekaligus mengingatkan dan mengumpulkan iuran JKN-KIS. (FR/mj).