09 Okt 2019
  |  
Dilihat : 30 kali

Penerapan Program Rujuk Balik di Pekalongan Dioptimalkan

Pekalongan, Jamkesnews - FKTP berperan sebagai gatekeeper untuk mengurangi biaya dengan membatasi rujukan ke pelayanan spesialis yang tidak sesuai. Salah satu penerapan pengendalian yang diterapkan pada FKTP adalah Program Rujuk Balik (PRB) yang bertujuan untuk meningkatkan rasio kontak antara pasien dengan FKTP. Dengan begitu, FKTP dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta.

"Apalagi ditambah dengan kemudahan pasien dalam mendapatkan obatnya melalui apotek PRB, hal ini otomatis akan dapat menurunkan rasio rujukan oleh FKTP. Layanan rujuk balik sangat penting untuk efisiensi, guna menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS. Oleh karena itu, pemahaman petugas kesehatan dan peserta Program JKN-KIS terhadap pelayanan rujuk balik harus sama,” kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan Dhini Ervinda, Selasa (08/10).

Dhini menambahkan, BPJS Kesehatan akan lebih menggiatkan lagi kegiatan sosialisasi rujuk balik ini agar peserta BPJS Kesehatan juga dapat lebih memahami prosedur PRB dengan baik. Adapun layanan rujuk balik yang dikembangkan BPJS Kesehatan saat ini untuk pasien dengan penyakit kronis, seperti diabetes mellitus dan hipertensi.

"Pelayanan rujuk balik ini juga sangat baik sebagai proses pembelajaran untuk FKTP. Karena sebelum pasien dikembalikan ke layanan primer, dokter spesialis di rumah sakit akan memberi catatan khusus mengenai apa yang harus dilakukan FKTP dalam merawat pasien tersebut," ucapnya menegaskan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan DA mengatakan pihaknya akan mendukung semua kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dan BPJS Kesehatan. Setiawan menambahkan PRB adalah hal yang sudah lama dijalankan dan sudah menjadi komitmen antara rumah sakit dan FKTP.

“Aturan maupun prosedur tata laksana PRB sudah jelas dan sudah dilaksanakan sejak lama. Harapan kami, mudah-mudahan semua pihak bisa berkomitmen tinggi untuk menjalankannya,” ungkap Setiawan. (ma/ey)