08 Okt 2019
  |  
Dilihat : 15 kali

Optimalkan Rujukan Horizontal, Dinkes Aceh Selatan Upayakan Pemenuhan Sarpras Di FKTP

Aceh Selatan, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan KBK Triwulan III 2019 dan Optimalisasi Rujukan Horizontal di FKTP, Senin (07/10). Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengelolaan mutu manfaat pelayanan kesehatan primer dimana dilaksanakannya evaluasi atas palayanan FKTP dan pemenuhan indikator KBK.

"Selain itu, juga untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di FKTP,” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan Asfurina.

Asfurina juga mengungkapkan terkait dengan upaya optimalisasi layanan yang dilaksanakan melalui penyelenggaraan rujukan horizontal FKTP, di mana FKTP menjadi pilihan pertama tujuan rujukan sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit. 

“Pelayanan rujukan horizontal dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kesiapan FKTP, dengan tahap awal adalah rujukan untuk pelayanan program dan pelayanan non kapitasi. Optimalisasi rujukan horizontal FKTP pada dasarnya adalah untuk memastikan komprehensivitas layanan diagnosa non spesialistik ditatalaksanakan secara tuntas di FKTP yang memiliki kemampuan dan kelengkapan sarana prasarana yang dibutuhkan sebagai perwujudan fungsi koordinasi layanan,” ungkap Asfurina.

Menurut Asfurina, penyelenggaraan rujukan horizontal FKTP akan diberlakukan berdasarkan zonasi, yaitu pengaturan batasan wilayah dan daftar FKTP beserta jejaring dengan mempertimbangkan akses dan ketersediaan layanan serta sarana prasarana yang dibutuhkan peserta khususnya untuk pelayanan yang termasuk dalam non kapitasi.

Asfurina juga menambahkan bahwa program ini akan dapat berjalan dengan dukungan semua pihak, Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan dalam pemenuhan sarana, prasarana dan tenaga media, juga Asosiasi FKTP yang nantinya akan kita libatkan dalam mendorong dan melakukan pembinaan kepada fasilitas kesehatan untuk dapat memenuhi standar pelayanan di FKTP.

Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan Novi mengatakan pihaknya siap melaksanakan upaya-upaya tersebut sebagaimana tersebut dalam Permenkes tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan, namun memang hal tersebut perlu waktu dan tidak serta merta dapat dilaksanakan.

”Kita harus melakukan proses penyediaan sarana dan prasarana juga tenaga kesehatan yang kompeten untuk dapat memberikan layanan yang terbaik kepada pasien dan masyarakat,” katra Novi. (hf/tf)