08 Okt 2019
  |  
Dilihat : 9443 kali

Donasi JKN-KIS sebagai Alternatif CSR

Tabalong, Jamkesnews – BPJS Kesehatan sebagai penyelenggata program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada pelaku usaha untuk dapat mengalokasikan dana CSR mereka ke dalam program Donasi iuran JKN-KIS. Hal itu disampaikan oleh Relation Officer BPJS Kesehatan Cabang Barabai Purbani Akbar dalam acara yang bertajuk Optimalisasi Peran Badan Usaha dalam program JKN-KIS (Donasi CSR) dan Diskusi E-Dabu 4.2, Senin (08/10) di Tanjung Kabupaten Tabalong.

Kegiatan tersebut mengundang seluruh mitra Badan Usaha BPJS Kesehatan di wilayah Hulu Sungai Utara, Balangan dan tentu saja Kabupaten tuan rumah. Dalam penyampaiannya, Akbar mengajak seluruh tamu undangan yang hadir agar berpartisipasi dalam Donasi Iuran mereka kepada program JKN-KIS. “Selain dapat memberikan jaminan kesehatan pada masyarakat sekitar ring 1, Donasi CSR ini juga sebagai upaya menyukseskan kesinambungan program JKN-KIS,” ucapnya dihadapan puluhan tamu undangan.

Akbar melanjutkan, saat ini badan usaha di wilayah kerjanya sudah ada dua yang bergabung, yakni PT. Bumi Jaya CRF dan PT. Chandra Batuah Alam Lestari. Ia mengharapakan akan ada CSR dari badan usaha lainnya yang akan bergabung. Sebab, selain memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat di lokasi badan usaha, Donasi Iuran JKN-KIS tersebut dianggap sebagai alternatif CSR yang lebih tepat sasaran dan berkesinambungan. “Selain itu, juga merupakan aksi nyata dalam mendukung Pemerintah Daerah mewujudkan Universal Health Coverage di wilayahnya,” tambah Akbar.

Selain itu, turut menyampaikan materi terkait CSR yakni Kepala Bappeda Tabalong, Mahdi Noor, yang menekankan pentingnya CSR sebagai kesejajaran antara SDM dengan Ekonomi. Karena disadari bersama masih terdapat kekurangan dari sisi pemerintah maupun BPJS Kesehatan dalam hal keterbatasan biaya. Mahdi berharap pelaku usaha dapat membantu misi dari BPJS Kesehatan dalam menjamin kesehatan masyarakat.

“Kita harus terus menerus menerapkan prinsip gotong-royong dalam rangka membangun kesehatan kita di Indonesia,” ajak Mahdi saat memberikan materi. Ia berharap pihak pelaku usaha dapat membantu pemerintah dan BPJS Kesehatan dengan prinsip kebersamaan sekaligus memenuhi kewajiban, kontribusi dan kepedulian terhadap lingkungan dan komunitas. (KA/rz)