08 Okt 2019
  |  
Dilihat : 22 kali

Warga Geruduk Mobile Costumer Service BPJS Kesehatan di Kantor Kelurahan Pejaten Timur

Jakarta Selatan, Jamkesnews – Halaman Kantor Kelurahan Pejaten Timur sejak pagi telah diramaikan oleh warga sekitar. Bukan untuk mengurus administrasi, tetapi warga yang hadir menunggu kedatangan Mobile Costumer Service (MCS) dari BPJS Kesehatan. Warga yang sudah mengetahui akan kedatangan MCS tersebut telah menyiapkan berbagai persyaratan untuk mengurus kepesertaan Program JKN-KIS milik mereka.

Saat ditemui di lokasi, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan Desfauzi Umar menjelaskan jika hadirnya MCS ini merupakan kegiatan rutin dimana setiap hari MCS akan datang dan memberikan pelayanan di satu kelurahan lalu kemudian berganti ke kelurahan yang lain di minggu berikutnya.

“Layanan MCS ini memang dirancang untuk memberikan kemudahan kepada peserta dan calon peserta JKN-KIS di wilayah Jakarta Selatan. Diharapkan, dengan layanan ini peserta tidak perlu harus datang ke kantor cabang untuk mengurus beberapa keperluan. Selain itu, petugas yang kami tempatkan di kelurahan juga diberikan tugas untuk mengenalkan sekaligus membantu peserta mengunduh dan menggunakan aplikasi Mobile JKN,” ujar Desfauzi.

Menurut pantauan tim Jamkesnews, warga yang hadir mendatangi MCS BPJS Kesehatan sangat antusias menyambut kehadiran petugas BPJS Kesehatan yang ada di Kantor Kelurahan Pejaten Timur. Kehadiran BPJS Kesehatan dianggap sangat mempermudah masyarakat sekitar untuk dapat menikmati layanan BPJS Kesehatan tanpa perlu jauh-jauh datang ke Kantor Cabang Jakarta Selatan.

Di waktu yang sama, adanya MCS di Kantor Kelurahan Pejaten Timur ini mendapat respon yang baik darai warga, salah satunya adalah Ijah (38). Menurutnya, meskipun harus antri untuk mendapatkan pelayanan, tetapi hadirnya MCS ini sangat membantu dirinya untuk mengurus kepesertaannya tanpa harus datang ke kantor cabang yang berjarak jauh dari tmpat tinggalnya.

“Layanan MCS ini memang sangat membantu meskipun harus antri karena jumlah petugas yang melayani hanya berjumlah 1 (Satu) orang. Apalagi saya memang ingin membetulkan tanggal lahir suami saya yang salah. Daripada saya harus pergi ke kantor cabang yang jaraknya juga cukup jauh, saya cukup datang saja ke kantor kelurahan saja dan bisa diurus langsung,” tutup Ijah. (RI/sw)