07 Okt 2019
  |  
Dilihat : 25 kali

Optimalisasi Fungsi Gate Keeper FKTP melalui Rujukan Horizontal

Biak Numfor, Jamkesnews - Dalam rangka memastikan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) siap beradaptasi dengan diberlakukannya sistem rujukan horizontal, BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor mengundang perwakilan FKTP, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor untuk mengikuti kegiatan sosialisasi, Senin (07/10) di ruang rapat BPJS Kesehatan Cabang Biak.

Pps. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor Wirdaos Alamhudi menyampaikan bahwa, rujukan horizontal merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan. Penyelenggaraan rujukan horizontal FKTP diberlakukan berdasarkan zonasi, yaitu pengaturan batasan wilayah dan daftar FKTP beserta jejaring dengan mempertimbangkan akses dan ketersediaan layanan serta sarana prasarana yang dibutuhkan peserta, khususnya untuk pelayanan yang termasuk dalam non kapitasi. Selain itu ketentuan mengenai rujukan horizontal telah diatur dalam Pasal 3, 7, dan 8 Permenkes 001/2012 tentang sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan.

Dengan rujukan horizontal, maka FKTP yang secara sarana prasarana dan kompetensinya masih belum sesuai, dapat merujuk pasien ke FKTP lain yang setingkat  yang sarana dan prasarananya memadai, karena rujukan horizontal memungkinkan rujukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan. Tujuannya adalah untuk menguatkan fungsi FKTP sebagai gate keeper,” ujar Wirdaos.

Wirdaos mengungkapkan, selama ini seringkali kasus rujukan non spesialistik dirujuk ke FKRTL seperti Rumah Sakit maupun klinik utama, padahal didalam ketentuannya 144 diagnosa kasus non spesialistik harus tuntas di FKTP. Selain itu, Per bulan Juni 2019, 4.40% dari 2,08 juta kasus rujukan FKTP ke FKRTL merupakan kasus rujukan non spesialistik, hal tersebut mayoritas terjadi karena kurang lengkapnya sarana dan prasarana di FKTP. Oleh karena itu dengan sistem ini, diharapkan kasus seperti itu dapat benar-benar tuntas di FKTP dengan koordinasi layanan antar FKTP.

Dalam pelaksanaannya, rujukan horizontal menggunakan aplikasi P-Care yang telah terintegrasi dengan aplikasi Health Facilities Information System (HFIS) yang telah dilengkapi dengan hasil profiling masing-masing FKTP. Peserta akan dirujuk terlebih dahulu ke FKTP yang memiliki kompetensi, dan tidak langsung dirujuk ke rumah sakit.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud Duwiri menyambut baik koordinasi pelayanan yang dilakukan serta mendukung pelaksanaan rujukan horizontal. Daud menegaskan kepada FKTP yang hadir bahwa sebagai pelayan kesehatan, harus lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan Ia berharap sistem tersebut dapat menjadi motivasi bagi FKTP agar dapat meningkatkan kualitas baik di bidang pelayanan dan sarana untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS.

“Sistem ini sangat bagus menurut saya, karena dengan adanya sistem ini baik FKTP maupun BPJS Kesehatan dapat bahu membahu saling melengkapi demi pelayanan terbaik kepada peserta. Untuk itu kami siap bersinergi dan mendukung keberlangsungan Program JKN-KIS dengan mengawasi pelaksanaan pelayanan kesehatan yang ada di wilayah Biak Numfor,” imbau Daud.(TR/as)