04 Okt 2019
  |  
Dilihat : 64 kali

Optimalkan Pelayanan Kesehatan di FKTP, BPJS Kesehatan Sosialisasikan Rujukan Horizontal

Denpasar, Jamkesnews – Perubahan adalah suatu hal yang akan terus menerus terjadi, begitu pula dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang merupakan program milik negara yang terus berbenah. Di dalam perjalanannya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan dengan dasar Permenkes No. 001 tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan mengeluarkan inovasi yaitu optimalisasi rujukan horizontal di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) secara digitalisasi yang merupakan integrasi sistem informasi yang efektif berjalan sejak September 2019.

Optimalisasi rujukan horizontal FKTP adalah memastikan komprehensivitas layanan diagnosis non spesialistik ditatalaksana secara tuntas di FKTP melalui mekanisme rujukan FKTP ke jejaringnya maupun rujukan antar FKTP ke FKTP lain beserta jejaringnya yang memiliki kemampuan dan kelengkapan sarana prasarana yang dibutuhkan sebagai perwujudan fungsi koordinasi layanan.

“Kami akan berupaya memberi dukungan dengan memastikan kesiapan dari sarana prasarana beserta tenaga kesehatan untuk berjalannya rujukan horizontal,” ucap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar Made Ayu Witriasaih

Witriasih menambahkan dukungan yang diberikan bertujuan untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi peserta JKN-KIS.

Setiap kebijakan baru tentunya memerlukan dukungan dan pemahaman dari berbagai pihak, oleh karena itu BPJS Kesehatan mengadakan sosialisasi terkait rujukan horizontal dengan menggandeng  FKTP provider BPJS Kesehatan wilayah Kota Denpasar di Denpasar pada Kamis (03/10) dan jumat (04/10).

“Terlaksananya kebijakan implementasi ini akan sangat dipengaruhi oleh komitmen dari FKTP selaku provider yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan dukungan seluruh stake holder dalam hal ini Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, Asosiasi faskes dan organissi profesi dalam mendorong FKTP untuk mempersiapkan sarana prasarana yang diperlukan dalam tatalaksana penanganan diagnosis yang tergolong diagnosis non spesialistik berdasarkan kemampuan kompetensi layanan primer,” ungkap Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Cicilia Dwi Budi Wiarti.

Pelayanan rujukan horizontal dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kesiapan FKTP, dengan tahap awal adalah rujukan untuk Pelayanan Program dan Pelayanan Non Kapitasi. Dengan adanya rujukan horizontal ini diharapkan FKTP dapat mengoptimalkan pelayanan  kesehatan kepada peserta JKN-KIS. sehingga peserta JKN-KIS akan lebih optimal untuk dilayani serta diharapkan peserta puas terhadap kinerja layanan kesehatan di FKTP

"Sekali lagi, kebijakan ini akan dapat berjalan optimal dengan dukungan dari semua pihak sehingga kita semua berharap bahwa Program jaminan kesehatan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi,” tutup Cicilia. (ay/ek)