11 Sep 2019
  |  
Dilihat : 334 kali

Perluas Cakupan Kepesertaan, BPJS Kesehatan Buka Stand di Bursa Kerja Sijunjung

 

Sijunjung, Jamkesnews - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Solok membuka stand sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di bursa kerja Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk memperluas cakupan kepesertaannya.

"Kami membuka stand di bursa kerja Pemkab Sijunjung selama dua hari dari kemarin (9/9) sampai hari ini untuk menyosialisasikan program JKN-KIS," Ujar Pps. Kepala Kantor Sijunjung, Arfianda Aziz, Selasa (10/9).

Nanda mengatakan BPJS Kesehatan berpartisipasi dalam pembukaan stand untuk memberi informasi langsung kepada peserta Job Fair. Peserta nantinya bisa bertanya terkait prosedur pendaftaran, informasi terbaru, alur pelayanan, dan kemungkinan adanya lowongan pekerjaan di BPJS kesehatan.

"Kami berfokus dalam Pemberian Informasi Langsung (PIL) dan pendaftaran peserta JKN-KIS. Dan kami juga mengajak peserta Job Fair yang sbegaian besar merupakan kaum millenial, untuk mendownload Mobile JKN. Terkait lowongan kami menginformasikan peserta untuk rajin melihat informasi rekrutmen pegawai dan melakukan pengecekan di situs resmi BPJS Kesehatan di www.bpjs-kesehatan.go.id," sebut Nanda.

Menurutnya, peserta yang berpartisipasi dalam acara bursa kerja mencapai 427 orang. Ratusan orang tersebut juga telah mendengar sosialisasi program JKN-KIS. Nanda menyebutkan saat ini 173.881 jiwa di Kabupaten Sijunjung dari total penduduk 236.910 jiwa telah terlindungi program JKN-KIS.

"173.881 jiwa yang terdaftar JKN-KIS sama dengan 73,40 persen dari keseluruhan masyarakat Kabupaten Sijunjung," ujar Nanda.

Salah satu pengunjung stand BPJS Kesehatan, Rahma Diana mengungkapkan apresiasinya terhadap partisipasi BPJS Kesehatan dalam Job Fair kali ini. Karena disamping mencari lowongan pekerjaan, ia juga bisa mengetahui informasi program JKN-KIS. “Bisa bertanya terkait prosedur pelayanan kesehatan, dan saya juga sudah mengunduh mobile JKN. Jadi lebih gampang lagi untuk pelayanan kesehatan, kalau lupa bawa kartu saat berobat, cukup liatin KIS digital,” ujar Diana.

Nanda berharap dengan adanya stand sosialisasi program JKN-KIS ini semakin menyadarkan masyarakat tentang pentingnya jaminan kesehatan untuk setiap orang. "Program JKN-KIS dengan sistem gotong royong telah menolong banyak orang sehingga sangat penting untuk seluruh masyarakat Indonesia," tutup Nanda. (aw/ar)