10 Sep 2019
  |  
Dilihat : 36 kali

Aplikasi New E-Dabu Versi 4.2 Miliki Banyak Fitur Unggulan

Pekalongan, Jamkesnews – Setiap warga negara di Indonesia tanpa terkecuali mendapatkan haknya untuk mendapatkan jaminan sosial kesehatan, salah satunya adalah para pekerja yang bernaung di badan usaha, segmentasi untuk para pekerja tersebut adalah peserta Pekerja Penerima Upah (PPU). Sebagai upaya untuk mempermudah para pekerja di badan usaha dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan mengeluarkan inovasinya yaitu berupa aplikasi e-Dabu versi 4.2.

BPJS Kesehatan Pekalongan pun menyosialisasikan e-Dabu versi 4.2 ini kepada badan usaha yang ada di wilayah kerja Kantor Cabang Pekalongan, Senin (09/09). Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Pekalongan Jatmiko Hadi Sunyoto menyampaikan, terdapat beberapa fitur yang ditampilkan untuk memberi kemudahan bagi para badan usaha dalam melakukan pendaftaran para pekerjanya untuk menjadi peserta JKN-KIS.

"Salah satunya adalah fitur pendaftaran peserta secara masal, e-Dabu versi 4.2 memungkinkan pemilik usaha atau HRD yang diberikan kewenangan, untuk mendaftarkan peserta JKN-KIS secara massal. Dengan menyiapkan data dalam format excel, maka dalam sekali klik upload data excel tersebut ribuan peserta telah terdaftarkan," terangnya.

Jatmiko menambahkan, ada juga fitur yang memungkinkan user untuk memberikan persetujuan atau pending terhadap data calon peserta. Bukan hanya itu, user dapat mengunduh rekap iuran bulanan dari seluruh peserta BPJS yang didaftarkan Selain bisa mencetak e-iduser juga dapat mencetak rekap tagihan iuran.

“Untuk peserta yang terdaftar PBI baik APBN maupun APBD, jika sebelumnya dalam aplikasi e-Dabu versi lama tidak bisa dialihkan menjadi peserta PPU, maka di aplikasi yang baru ini bisa terakomodir,” ungkap Jatmiko.

Salah satu badan usaha PT Urip Sugiharto, yang diwakili oleh PIC HRD-nya, Teti Herawati, e-Dabu versi 4.2 lebih sederhana, lebih mudah dipergunakan dan ada beberapa otorisasi kepesertaan yang tidak perlu lagi menunggu approval dari BPJS Kesehatan

"Dengan begitu, kebutuhan karyawan kami bisa terpenuhi dengan cepat. Mudah-mudahan ke depannya aplikasi ini bisa terus dikembangkan dan disempurnakan,” ungkap Teti.(ma/ey)