10 Agt 2019
  |  
Dilihat : 117 kali

Warga Sidomulyo Senang Jadi Peserta JKN-KIS

Samarinda, Jamkesnews - Manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat dirasahkan oleh warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana setelah menjadi peserta program JKN-KIS oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam segmen Peserta Bantuan Iuran (PBI) APBD. Hal itu diungkapakan warga saat mengikuti sosialisasi program JKN-KIS dalam rangka BPJS Kesehatan Turun Kampung rangkaian HUT ke-51, Jumat (09/08).

"Kegiatan BPJS Kesehatan turun kampung ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya program JKN-KIS di daerah pedesaan. Harapannya mereka bisa meningkatkan pengetahuan terhadap prosedur, hak, dan kewajiban terhadap program ini," jelas Sekretaris Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Ifran.

Agenda turun kampung tersebut juga kata dia, tujuannya untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya perilaku hidup sehat dan gotong royong dalam program JKN-KIS. Bahkan tak kalah pentingnya bagaimana bisa meningkatkan validasi data peserta melalui proses pembaharuan data pada kartu peserta serta dukungan FKTP dalam implementasi program JKN-KIS.

Sebagai institusi yang ditunjuk pemerintah menyelenggarakan program tersebut, BPJS Kesehatan berkomitmen memberikan pelayanan berkualitas bagi seluruh penduduk Indonesia. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Anggana terkhusus Desa Sidomulyo serta seluruh pemangku kepentingan yang turut berperan aktif menyehatkan masyarakat Indonesia khususnya penduduk Sidomuyo melalui program JKN-KIS.

"Semoga dengan kegiatan ini lebih mendekatkan BPJS Kesehatan kepada masyarakat khususnya Desa Sidomulyo. Mari dukung serta doakan BPJS Kesehatan agar terus dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Afendi salah seorang warga Sidomulyo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah mengikut sertakan warga dalam program JKN-KIS. Warga yang berprofesi sebagai petani ini merasa terbantu dengan adanya kartu JKN-KIS. Ia menyebut, dengan adanya kegiatan ini sangat bermanfaat karena warga dapat mengetahui secara langsung mengenai informasi dari program BPJS Kesehatan.

"Dengan sosialisasi ini kami bisa mengetahui prosedur serta hak dan kewajiban sebagai peserta JKN-KIS. Ditambah lagi ada mobil pelayanan BPJS Kesehatan yang dapat membantu mengecek aktif atau tidak kartu saya ini," imbuhnya.

Ia juga menambahkan JKN-KIS sangat bermanfaat terutama ketika berobat di puskesmas dan rumah sakit, JKN-KIS sangat membantu terutama warga yang tidak mampu. Afendi berharap BPJS Kesehatan dapat rutin melakukan sosialisasi seperti ini, atau paling tidak di desanya ada salah satu warga yang dilatih oleh BPJS Kesehatan sehingga menjadi kepanjangan tangan BPJS Kesehatan dalam memberikan informasi kepada warga.

Kasi Kesra Kecamatan Anggana Dedy Wahyudiansyah mengatakan, dengan adanya program JKN-KIS ini sangat membantu masyarakat. Harapannya keberlanjutan dari sebuah program ini, terus bersinergi antara pemerinta kabupaten, kecamatan dan pihak BPJS Kesehatan karena di Anggana tidak hanya Sidomulyo melainkan ada 7 desa lagi yang secara keseluruhan penduduknya belum ter-cover dalam program JKN-KIS seperti di Tani Baru, Muara Pantuan dan Sepatin.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena dengan adanya sosialisasi ini masyarakat dapat mehami program dan manfaat dari JKN-KIS," tutupnya. (KA/ej)