10 Agt 2019
  |  
Dilihat : 332 kali

Permudah Pendaftaran Pasien, RS Dirgahayu Luncurkan Inovasi Bernama APM

Samarinda, Jamkesnews – Progam Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) saat ini merupakan program jaminan kesehatan dengan jumlah perserta terbanya di dunia, dengan peserta telah mencapai 222 jiwa. Terus bertambahnya jumlah peserta mamacu falitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan mutu layanan kepada pasien peserta JKN-KIS baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

Salah satu rumah sakit yang melayani peserta JKN-KIS di Kota Samarinda adalah Rumah Sakit Dirgahayu, rumah sakit ini telah menjadi mitra BPJS Kesehatan sejak tahun 2015. Rumah sakit yang beralamat di Jl. Merbabu  No. 62 Samarinda ini telah meluncurkan sebuah inovasi yang memudahkan peserta untuk melakukan pendaftaran di poli rawat jalan.

Saat ditemui Tim Jamkesnews di ruang kerjanya, Direktur Rumah Sakit Dirgahayu Indriani Lim mengatakan, salah satu masalah yang dialami rumah sakit adalah menumpuknya pasien di loket pendaftaran karena pendafataran masih dilakukan secara manual.

“Seiring bertambahnya kunjungan peserta di poli rawat jalan, sistem pendafataran manual melalui loket-loket pendaftaran dirasa kurang efektif lagi karena pasien menunggu antrian 30 menit hingga satu jam, sehingga peserta banya menumpuk di loket pendaftaran, itu baru di loket pendaftaran belum lagi pasien mengantri di poli dan di apotek,” terang Indri, Jumat (09/08).

 Dari latar belakang tersebut, pihak manajemen Rumah Sakit Dirgahayu melakukan sebuah terobosan untuk memangkas waktu tunggu peserta di loket pendaftaran dengan meluncurkan sistem pendafataran Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) yang diresmikan langsung oleh Walikota Samarinda Syaharie Jaang tahun 2017 silam.

“Walikota Samarinda sangat mengapresiasi inovasi ini karena dengan menggunakan sistem APM dapat dikatakan tidak adalagi antrian peserta di loket pendaftaran, karena waktu pendaftaran menjadi sangat singkat. Hanya dibutuhkan waktu antara 25 sampai dengan 35 detik saja untuk melakukan proses pendafataran peserta telah mendapatkan nomor antrian di poli dan surat egibiltas peserta (SEP),” jelas Indri.

Alur pendafataran peserta pada APM sangat mudah, paserta cukup melakukan scan barcode kartu JKN-KIS di mesin APM, maka secara otomatis data peserta dan poli tujuan akan muncul dengan memilih tombol OK maka SEP dan nomor antrian di poli tujuan akan tercetak, kemudian peserta langsung menuju poli yang telah dipilih.

“Salah satu yang mempermudah dalam sistem APM ini adalah rujukan online dari FKTP, sehingga data peserta yang dirujuk akan secara otomatis terbaca oleh sistem di rumah sakit,” papar Indri.

Kehadiran APM di Rumah Sakit Dirgahayu sangat membantu peserta dalam proses pendaftaran. Seperti yang di ungkapkan oleh Abdalia (22), salah seorang peserta JKN-KIS yang melakukan kontrol di poli kebidanan.

“Saya telah beberapa kali kontrol di Rumah Sakit Dirgahayu. Pendafatarannya sangat mudah dan praktis sekali cukup menempelkan kartu di mesin, nomor antrian di poli sudah keluar dan tinggal menunggu di poli saja. Saya rasa inovasi ini sangat memudahkan sekali bagi pasien tak perlu menunggu lama hanya untuk pendafataran saja,” ungkap Abdalia.

Dari pengamatan Tim Jamkesnews di ruang pendaftaran APM ,tidak ditemui peserta yang mengantri untuk melakukan pendaftaran meskipun telah disediakan kursi tunggu. Proses pendafataran yang sangat singkat ditambah kesigapan petugas yang mengarahkan peserta menjadi faktor utama dalam memangkas waktu pelayanan. Dengan sistem pendaftaran APM diharapkan akan meningkatkan kepuasan peserta dalam memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit. (KA/ej)