09 Agt 2019
  |  
Dilihat : 258 kali

E-Claim Beri Kemudahan Lebih buat FKTP dan Peserta JKN-KIS

Jakarta Timur, Jamkesnews - BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam berbagai hal untuk menunjang peningkatan kepuasan peserta JKN-KIS. Kini BPJS Kesehatan juga mengembangkan sistem yang memudahkan mitranya khususnya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu dengan uji coba e-Claim Primer pada FKTP.

Agar sistem tersebut berjalan dengan baik, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur melaksanakan Sosialisasi Implementasi e-Claim Primer Tahun 2019 Tahap II (Digitalisasi Penyampaian Klaim Non Kapitasi) kepada 5 Puskesmas kecamatan, 5 klinik pratama dan 4 bidan jejaring yang bekerja sama sebagai Pilot Project, Jumat (09/08).

“Digitalisasi Klaim Non Kapitasi atau yang lebih sering disebut e-Claim Primer merupakan proses perekaman data klaim secara elektronik yang bertujuan untuk menyederhanakan proses pengajuan klaim non kapitasi oleh FKTP yang dapat digunakan sebagai dokumentasi data pelayanan peserta JKN-KIS secara digital,” kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur Erika Verayanti Lumban Gaol.

Erika menambahkan bahwa latar belakangnya dibangun sistem e-Claim Primer adalah supaya menjaga ketertiban FKTP untuk menagihkan klaim non kapitasi secara periodik dan lengkap setiap bulan terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan pada bulan sebelumnya serta menanggulangi adanya keluhan berkas pengajuan klaim yang terlalu banyak dari FKTP.

”Kami sebagai FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur sangat bangga dang mengapresiasi dipilih sebagai pilot project, hal ini memicu kami untuk dapat terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS agar lebih baik ke depannya,” ujar Rita Anggraeni, perwakilan dari Klinik Tama Bahagia.

Rita mengatakan bahwa sistem e-Claim Primer ini memiliki manfaat bagi dirinya selaku penyelenggara pelayanan kesehatan di FKTP, administrasi berkas klaim non kapitasi menjadi lebih sederhana dan memudahkan FKTP untuk memantau kesehatan peserta terdaftar, sehingga program promotif dan preventif pun berjalan dengan optimal.(PG/cp)