11 Jul 2019
  |  
Dilihat : 13 kali

Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer di era JKN-KIS, Harus Punya Keunggulan untuk Bersaing

Padang, Jamkesnews – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Asyraf Mursalina menjadi pembicara dalam HJ Learning Forum yang bertemakan Clinic Management Talk dalam era Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh PT Kalbe Farma Tbk melalui anak Perusahaan PT. Hexpharm Jaya di Hotel Mercure Padang (10/7).

Acara yang dihadiri oleh ratusan dokter umum dan dokter spesialis dari kota Padang ini turut menghadirkan Kepala Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Daeng Mohammad Faqih dan dr. Aumas selaku pemilik klinik sebagai narasumber. Dalam kesempatannya, Asyraf Mursalina bukan hanya memaparkan tentang bagaimana FKTP bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tapi juga seputar peluang-peluang Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) untuk meningkatkan daya saing di era JKN-KIS.

“Era JKN mewajibkan setiap FKTP harus mempunyai keunggulan tertentu untuk bersaing merebut hati peserta JKN-KIS. Contohnya, saat ini ada klinik yang mempunyai program unggulan untuk fokus kegiatan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis, -red) lalu ada dokter spesialis yang berpraktik di situ, sehingga peserta JKN-KIS langsung mendapat pelayanan paripurna di FKTP tersebut,” paparnya.

Era JKN yang berbarengan dengan era milenilai ini, tambah Asyraf, kecepatan dan kenyamanan dalam melayani peserta juga menjadi daya tarik bagi peserta JKN-KIS. Artinya FKTP harus selalu meningkatkan inovasi dan keramahan karena raport FKTP akan tersebar dari mulut ke mulut peserta JKN-KIS. Selain itu, Ia juga menginfokan bahwa sampai saat ini dari ribuan FKTP di Indonesia, baru 14 FKTP berupa klinik pratama yang terakreditasi.

“Akreditasi untuk FKTP memang baru dijadikan syarat kerjasama dengan BPJS Kesehatan, tetapi jika FKTP bisa mengurus mulai dari sekarang, maka itu bisa jadi keunggulan yang akan membuat FKTP tersebut unggul dan berdaya saing merebut hati peserta JKN-KIS. Kami harap FKTP komit dalam menjalankan Program JKN-KIS sesuai regulasi,” ujar Asyraf.

Hal tersebut diamini oleh dr. Aumas selaku pemilik Klinik Fitria, Kota Padang. Ia mnegaskan bahwa setiap FKTP baik yang ingin dan yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan harus siap untuk taat pada semua Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. “Jika belum siap untuk bekerjasama sebaiknya FKTP lebih fokus pada persiapan-persiapan karena BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara akan ketat verifikasinya dalam segala hal,” pesannya.

Sementara Ketua dr. Daeng Mohammad Faqih berpesan pada sejawatnya untuk bekerja secara profesional sesuai dengan kompetensinya masing-masing di era JKN-KIS. “Rujuk-merujuk merupakan bagian dari etika, sehingga lakukanlah pekerjaan sesuai dengan kompetensi,” pesannya. (aw/bo)