31 Mei 2019
  |  
Dilihat : 45 kali

BPJS KESEHATAN OPTIMALKAN PERAN PIPP UNTUK KEPUASAN PESERTA

Banjarmasin, Jamkesnews – Memasuki tahun ke enam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), perkembangan kepesertaan Program ini pun kian meningkat, hingga saat ini kepesertaan Program JKN-KIS telah mencapai 221.105.092 jiwa. Semakin banyaknya peserta yang terdaftar tentunya berbanding luruh dengan semakin banyaknya jumlah pengguna layanan kesehatan, baik di FKTP maupun di rumah sakit. Sehingga aspek kepuasan peserta terhadap pelayanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin mengadakan kegiatan pertemuan dan evaluasi dengan Petugas Pemberian Informasi Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh kabupaten wilayah kerja Kantor Cabang Banjarmasin. Kegiatan ini diselenggarakan secara bergantian setiap kabupaten dan kota mulai tanggal 28 - 29 Mei 2019.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin Henny menjelaskan sebagai lembaga pemberi layanan publik, BPJS Kesehatan memiliki tuntutan untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. Oleh karenanya peranan PIPP sangat penting dalam memberikan kebenaran informasi dan kepastian pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat terwujudnya sistem pelayanan publik yang berkualitas.

“Kepastian peserta mendapatkan informasi secara lengkap dan jelas seputar pelayanan kesehatan dengan Program JKN-KIS serta tersampaikannya aspirasi dan pengaduan masyarakat terhadap pelayanan yang mereka terima tentunya menjadi salah satu indikator terhadap kepuasan peserta. Di sinilah peran PIPP dalam memenuhi kebutuhan peserta tersebut. Oleh karenanya melalui pertemuan ini, penguatan fungsi PIPP dengan mengoptimalkan peran PIPP dan koordinasi dari PIPP rumah sakit dan PIPP BPJS Kesehatan akan menjadi fokus penting yang akan dibahas,” jelas Henny.

PIPP juga akan dibekali dengan aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) untuk mengakomodir seluruh informasi dan pengaduan oleh peserta dapat terdokumentasi dan terekam, sehingga permasalahan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti oleh PIPP.

“Sampai dengan saat ini pelaksanaan penanganan pengaduan oleh PIPP sudah berjalan dengan baik, namun yang masih terlewat adalah dokumetasi terhadap penanganan pengaduan yang telah ditindaklanjuti oleh PIPP. Data dokumentasi tersebut akan berguna bagi kita pemberi layanan publik agar dapat memitigasi permasalahan yang sering terjadi di lapangan sehingga perbaikan pelayanan yang akan kita lakukan akan semakin terarah,” tambah Henny.

Henny juga menjelaskan kini aplikasi SIPP dapat digunakan juga untuk perubahan data peserta dan pendaftaran bayi baru lahir (khusus peserta PBPU) serta perhitungan denda rawat inap. Sehingga diharapkan rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang semakin optimal melalui aplikasi ini. (KA/gn)