31 Mei 2019
  |  
Dilihat : 37 kali

SIPP PERMUDAH PELAYANAN DI RUMAH SAKIT

Banjarmasin, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin kembali mengundang perwakilan seluruh Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) mitra kerja Kantor Cabang Banjarmasin. Kali ini undangan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyosialisasikan adanya penyempurnaan aplikasi Saluran Informasi Penanganan dan Pengaduan (SIPP) dan aplikasi finger print, Jumat (31/05).

SIPP merupakan sebuah sarana yang ditujukan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang membutuhkan informasi serta menyampaikan keluhan atas pelayanan yang diterima dengan mendatangi Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP). Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin Henny menjelaskan bahwa aplikasi ini diluncurkan untuk memudahkan seluruh pihak baik dari FKRTL, BPJS Kesehatan, maupun peserta apabila terjadi permasalahan di lapangan terkait pelayanan kesehatan dengan Program JKN-KIS, sehingga penanganan masalah tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

“Menghadapi permasalahan yang sering terjadi di lapangan, SIPP akhirnya terus melakukan perbaikan untuk menjawab semua permasalahan tersebut. Versi terbaru aplikasi saat ini sudah mampu mengakomodir pendaftaran bayi baru lahir dan perhitungan denda pelayanan rawat inap untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Memang dua hal tersebut adalah kasus yang paling sering terjadi di rumah sakit dan untuk mempermudah pengurusannya, saat ini bisa diakomodir oleh aplikasi SIPP yang ada di rumah sakit, tanpa perlu harus repot-repot mengurus ke kantor BPJS Kesehatan," jelas Henny.

Henny menambahkan telah diupdatenya aplikasi ini tentu saja guna mengakomodir regulasi terbaru yang membahas Program JKN-KIS, yakni Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dimana pada peraturan tersebut menjelaskan bahwa pendaftaran bayi baru lahir wajib didaftarkan paling lambat 28 hari sejak kelahiran. Sehingga dengan diakomodirnya pengurusan administrasi pendaftaran bayi baru lahir di aplikasi SIPP diharapkan dapat meminimalisir bayi baru lahir didaftarkan melebihi jangka waktu yang telah ditetapkan.

“Selain pendaftaran bayi baru lahir, kasus utama yang paling sering terjadi adalah denda pelayanan rawat inap yang terjadi bila peserta sempat menunggak sehingga kepesertaannya non aktif sementara. Dengan diakomodirnya denda pelayanan rawat inap pada aplikasi ini, perhitungan dapat langsung dilakukan oleh petugas PIPP di rumah sakit dan peserta bisa langsung mendapatkan informasi besaran denda dari petugas rumah sakit tanpa harus menunggu eskalasi ke kantor BPJS Kesehatan, dan peserta dapat segera membayar melalui kanal pembayaran yang tersedia,” kata Henny. (KA/gn).