31 Mei 2019
  |  
Dilihat : 38 kali

Tingkatkan Pelayanan, BPJS Kesehatan Cabang Sorong Sosialisasikan Pedoman Rujukan Dan Finger Print

Sorong, Jamkesnews - Demi meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, berbagai inovasi terus dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Salah satunya adalah dengan mengembangkan fitur sidik jari pada pelayanan rujukan. Untuk memperlancar hal tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Sorong melakukan sosialiasasi kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Jumat (31/05).

Sosialisasi implementasi finger print dan pedoman rujukan ini bertujuan untuk menambah pemahaman pihak fasilitas kesehtan sebagai salah satu upaya untuk menghindari penyalahgunaan kartu JKN-KIS oleh orang yang tidak berhak.  Selain itu juga untuk meningkatkan kemudahan dan kecepatan peserta JKN-KIS dalam memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan khususnya di rumah sakit.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Harbu Hakim mengunggkapkan penerapan finger print pada pelayanan rujukan ini dilatarbelakangi karena beberapa kasus contohnya dirumah sakit ditemukan penyalahgunaan kartu oleh peserta.

“Dari berbagai kasus sebelumnya seperti penyalahgunaan kartu peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan mengembangkan implementasi finger print di pelayanan tingkat lanjutan untuk menghindari penyalahgunaan kartu JKN-KIS oleh orang yang tidak berhak. Harapannya di akhir tahun 2019 finger print ini diimplementasikan diseluruh pelayanan di FKRTL,” ujar Harbu.

Pada sosialisasi tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Sorong juga menyampaikan beberapa pedoman rujukan mulai dari denda layanan, pendaftaran bayi baru lahir pada aplikasi SIPP dan layanan BPJS Kesehatan pada saat libur lebaran.

“Surat mengenai pelayanan selama libur lebaran sudah di berikan ke pihak RS yaitu H- 7 s/d H+7 lebaran, peserta dapat berobat diluar tempat fasilitas kesehatan terdaftar, diutamakan ke FKTP namun jika pada saat memerlukan pelayanan namun FKTP tdk ada yang buka, peserta dapat memperoleh pelayanan di IGD FKRTL,” tambah Harbu.

Pelayanan medik dari RSUD Kabupaten Sorong dr. Habel Pandelaki selaku mengungkapkan pendapatnya terhadap sosialisasi tersebut saat ditemui pada sela-sela kegiatan.

“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kecurangan dan terjadinya penyalahgunaan kartu oleh peserta JKN-KIS. Serta bagi pihak kami, implementasi finger print ini sangat penting, dapat memperkuat eligibilitas peserta dan harapannya BPJS Kesehatan dapat terus mengembangkan sistem yang dapat mempermudah fasilitas kesehatan dan peserta,” ucap dr. Habel Pandelaki. (TR/ws)