31 Mei 2019
  |  
Dilihat : 34 kali

Cegah Penyalahgunaan Kartu JKN-KIS, BPJS Kesehatan Banyuwangi Terapkan Fingerprint Peserta

Banyuwangi, Jamkesnews – Dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang kini memasuki tahun keenam, tak jarang masih ditemui berbagai permasalahan termasuk potensi kecurangan (Fraud) yang dapat menimbulkan kerugian bagi dana jaminan sosial nasional.

Fraud dapat dilakukan oleh semua elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS, baik itu peserta, pemberi pelayanan kesehatan, penyedia obat dan alat kesehatan, bahkan petugas BPJS Kesehatan sendiri. Sudah menjadi tanggung jawab bagi seluruh elemen untuk mengantisipasi dan melakukan pencegahan terjadinya Fraud.

Penyewaan/pemimjaman kartu JKN-KIS oleh oknum yang tidak berhak telah menjadi fenomena gunung es yang kasusnya tidak tercatat dengan baik. Dilatarbelakangi hal tersebut, BPJS Kesehatan Banyuwangi mengimplementasikan Fingerprint (sidik jari) kepada peserta JKN-KIS yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan rujukan.

“Implementasi fingerprint merupakan upaya simplifikasi kegiatan pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya untuk mempermudah dan mengurangi penyalahgunaan kartu JKN-KIS oleh oknum yang tidak berhak,” jelas Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banyuwangi, Wahyu Santoso. (31/05)

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan fingerprint atau perekaman sidik jari ini merupakan deteksi penyalahgunaan kartu JKN-KIS yang bertujuan untuk dapat merekam sidik jari peserta JKN-KIS sebagai data pendukung validitas kartu JKN-KIS, sekaligus juga menampilkan foto peserta seperti yang ditampilkan pada Kartu Tanda Penduduk sehingga eligibilitas keabsahan peserta JKN-KIS menjadi semakin terjamin dan diyakini kebenaran datanya.

“Impelementasi fingerprint ini merupakan kepentingan bersama, baik itu peserta, BPJS Kesehatan, dan Rumah Sakit yang dalam hal ini berkewajiban untuk mengeluarkan eligibilitas peserta,” tegas Wahyu.

Tahapan implementasi fingerprint telah dimulai sejak April 2019 lalu, diawali dengan proses enrollment (registrasi) sidik jari peserta yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada instalasi rahabilitasi medik, Poli Mata dan Poli Jantung. Diharapkan pada 30 November 2019 nanti, proses enrollment sidik jari peserta pada seluruh pelayanan rawat jalan di fasilitas kesehatan rujukan telah selesai.

“Kami menyambut baik implementasi fingerprint ini, karena ada validitas data yang diharapkan dan mengurangi penyalahgunaan kartu JKN-KIS,” ujar Koordinator Pengendali RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. (ar/da)