15 Mei 2019
  |  
Dilihat : 96 kali

TKMKB dan BPJS Kesehatan Bengkulu Perkuat Langkah Bersama Cegah Fraud JKN-KIS

Bengkulu, Jamkesnews – Dalam rangka memperkuat sistem pelayanan Program JKN-KIS, terutama dalam hal pengendalian biaya, BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dan jajaran Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) Cabang Bengkulu menggelar rapat koodinasi bersama, Selasa (14/05). Dalam pertemuan ini dibahas mulai dari permasalahan audit klaim mandiri yang telah dilakukan sampai kepada tindak lanjut terhadap hasil temuan audit klaim mandiri.

Ketua TKMKB Cabang Bengkulu Eko Rahmi mengungkapkan selama berjalannya Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan masih terdapat beberapa permasalahan yang harus dibenahi bersama.

"Terhadap fasilitas kesehatan yang masih terindikasi melakukan tindakan fraud, kita akan lakukan supervisi bersama ke fasilitas kesehatan tersebut. Selain itu, kita juga akan bersurat kepada lembaga profesi seperti IDI dan IBI dalam rangka mendorong memberikan pembinaan terhadap tenaga kesehatan yang berada di fasilitas kesehatan yang terindikasi melakukan tindakan tersebut,” ujar Eko.

Eko juga menjelaskan bahwa selama ini TKMKB bekerja berdasarkan hasil dari temuan atau data dari pihak BPJS Kesehatan, namun sebenarnya fasilitas kesehatan yang mempunyai kendala terkait Program JKN-KIS dapat memberikan data kepada TKMKB untuk dilakukan pembahasan.

“Jadi selama ini kita mendapatkan data permasalahan dari BPJS Kesehatan saja, kita juga membuka pintu terhadap fasilitas kesehatan yang mempunyai masalah tentang pelaksanaan Program JKN-KIS dapat melaporkan kepada TKMKB agar dapat kita carikan solusi bersama,” tambah Eko.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Rizki Lestari menjelaskan TKMKB adalah tim yang dibentuk dan bekerja secara independen dan tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Rizki berharap dengan adanya pertemuan rutin dengan tim  TKMKB dapat membantu menekan angka fraud yang ada di dalam Program JKN-KIS.

“TKMKB walaupun merupakan tim yang dibentuk oleh Surat Keputusan dari BPJS Kesehatan namun independensinya tetap dapat dipertanggunjawabkan karena TKMKB bertindak profesional dan independen,” ujar Rizki.

TKMKB sendiri berfungsi dan bertugas melaksanakan sosialisasi kewenangan tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik, melaksanakan Utilization Review (UR), melaksanakan Audit Medis (AM) serta melaksanakan pembinaan etika dan disiplin profesi. (RW/dw)