14 Mei 2019
  |  
Dilihat : 26 kali

BPJS Kesehatan Edukasi Petugas Medis Soal Teknis Penjaminan Peserta JKN-KIS

Kebumen, Jamkesnews – Dalam rangka meningkatkan koordinasi manfaat pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan menyelenggarakan sosialisasi tentang koordinasi antar penyelenggara jaminan dalam pemberi manfaat pelayanan kesehatan, pengenaan urun biaya dan selisih biaya, Selasa (14/05). Kegiatan ini dihadiri oleh dokter jaga IGD, petugas pembuat SEP dan PIC rumah sakit yang berada di Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Wonosobo.

“Acara ini dilaksanakan untuk memberi informasi mengenai pemberian jaminan pada pasien JKN-KIS. Harapannya, para petugas medis yang bersentuhan langsung dengan pasien dapat memahami betul mekanisme penjaminan pasien JKN-KIS pasien tersebut. Selain itu kami bekali juga dengan informasi seputar urun biaya dan selisih biaya. Walaupun belum diterapkan, kami ingin mereka sudah terinfo sehingga jika kelak aturan tersebut diimplementasikan, mereka sudah siap,” ucap Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kebumen Novy Indah Prihastuty.

Novy mengungkapkan bahwa urun biaya adalah tambahan biaya yang dibayar peserta pada saat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan penyalahgunaan pelayanan.

"Kalau untuk selisih biaya, itu tambahan biaya yang dibayar peserta pada saat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang lebih tinggi daripada haknya. Ini juga belum diterapkan. Tapi kami sudah edukasikan kepada fasilitas kesehatan sejak awal," kata Novy.

Salah satu dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah KRT Setjonegoro, Handoko, mengungkapkan rasa apresiasinya kepada BPJS Kesehatan yang telah mengadakan kegiatan sosialisasi sehingga informasi yang ada dapat disebarluaskan kepada masyarakat. Ia pun berkomitmen siap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien, termasuk peserta JKN-KIS, tanpa diskriminasi.

“Kami sangat mendukung agar acara semacam ini bisa dilakukan terus menerus sehingga rumah sakit lebih mengerti mengenai penjamin pasien yang datang ke rumah sakit serta penjelasan mengenai urun biaya dan selisih biaya. Kami harap sosialisasi ini juga dilaksanakan terhadap masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman disaat di rumah sakit," kata Handoko. (ma/rz)