14 Mei 2019
  |  
Dilihat : 94 kali

RS Ceria Kandangan Siap Implementasi Pelayanan Dengan Sidik Jari

Hulu Sungai Selatan, Jamkesnews – Sebagai upaya dalam peningkatan mutu pelayanan dan pengendalian biaya di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan terus berinovasi dari waktu ke waktu. Setelah sukses implementasi penerapan finger print pada pelayanan hemodialisa di FKRTL, kini sistem penggunaan sidik jari mulai diperluas fungsinya pada pemberian pelayanan lainnya.

Pada acara Optimalisasi Pasien Rujuk Balik dan Sosialisasi Implementasi Finger Print di Rumah Sakit Ceria Kandangan Senin lalu (13/05), Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Barabai dr. Karmila menyampaikan bahwa penggunaan sidik jari ini didasari untuk memenuhi aspek keabsahan. “Hal ini dilatar belakangi sebagai eligibilitas (keabsahan) peserta yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan perlu dipastikan untuk mencegah penggunaan hak oleh orang lain yang tidak berhak melalui dukungan otentifikasi menggunakan fitur sidik jari,” paparnya.

Karmila menambahkan, bahwa implementasi sidik jari pada pelayanan rujukan akan dilaksanakan secara bertahap. “Nantinya implementasi sidik jari akan ada empat tahap. Untuk tahap pertama di bulan Mei ini akan diterapkan di Instalasi Rehabilitasi Medik, poli mata dan jantung. Kemudian penerapan lain akan secara bertahap pada penambahan pelayanan lain dan diharapkan pada tahap ke empat di bulan Desember, seluruh pelayanan di FKRTL sudah dapat implementasikan di seluruh rumah sakit,” jelas Karmila.

Disamping itu, Plt. Direktur Rumah Sakit Ceria Kandangan dr. Rahmah justru menyampaikan dukungan dengan implementasi finger print ini. “Kami menyambut baik dengan penerapan sidik jari yang akan kita jalankan. Walaupun dalam perekaman memang cukup terbilang ribet, namun sisi positifnya bahwa kedepannya akan sangat membantu dalam mempercepat alur pelayanan,” ucapnya.

Sehingga dirinya dapat membayangkan bahwa nantinya pasien datang langsung mendapatkan SEP (Surat Eligibilitas Peserta) tanpa harus mengantri di loket dan menunjukkan beberapa kartu untuk memastikan bahwa si peserta sah sebagai Peserta JKN-KIS untuk dapat dilayani secara prima.

Selain itu, terkait target untuk tahun 2019 seluruh pelayanan sudah mengaplikasikan sidik jari, RS Ceria mengaku siap di bulan Mei ini untuk uji coba di poli mata dan UGD. Mengingat untuk IRM dan jantung masih belum tersedia. “Nantinya dapat kami atur ulang terkait alur pelayanan yang lebih jelas. Dan akan kami lakukan pengadaan finger print terlebih dahulu sejumlah tiga unit untuk diuji coba terlebih dahulu,” tutupnya. (KA/rz)