13 Mei 2019
  |  
Dilihat : 71 kali

Demi Peserta, BPJS Kesehatan Segera Perbaharui Fitur Aplikasi SIPP

 

Batam, Jamkesnews. Dalam rangka mempermudah pelayanan di rumah sakit, BPJS Kesehatan melakukan penyempurnaan aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP). Hal tersebut memudahkan perhitungan denda layanan dan pendaftaran bayi baru lahir sehingga peserta tidak perlu datang ke kantor cabang.

Maucensia Nababan selaku Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam mengatakan bahwa penyempurnaan aplikasi SIPP tersebut membuat penghitungan denda rawat inap dapat langsung dilakukan oleh petugas Penanganan Pengaduan Peserta (P3) di rumah sakit.Tidak hanya itu melalui penyempurnaan tersebut, proses perhitungan dan persetujuan denda layanan langsung mengunakan aplikasi SIPP dan bisa dibayarkan melalui kanal pembayaran yang selama ini tersedia.

Selain penghitungan denda rawat inap pembaharuan aplikasi SIPP juga meliputi penambahan fitur untuk mengakomodasi pendaftaran bayi baru lahir yang dilakukan oleh petugas P3 di rumah sakit atau PIC rumah sakit melalui aplikasi SIPP. Hal tersebut disampaikan Maucensia dalam acara Pertemuan Monitoring dan Evaluasi petugas P3 rumah sakit pada hari Jumat 10/05 kemarin.

Maucensia mengungkapkan selama ini untuk penghitungan denda rawat inap, peserta harus datang ke kantor cabang. Melalui pembaharuan fitur di aplikasi SIPP ini BPJS Kesehatan mempermudah peserta dengan membuat penghitungan denda dapat langsung dilakukan oleh masing-masing PIC rumah sakit.

“Menurut saya pembaharuan fitur di aplikasi SIPP ini sebenarnya sangat baik dan diperlukan untuk mempersingkat waktu dalam proses penghitungan denda yang selama ini dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan. Jika dilakukan di masing-masing rumah sakit, prosesnya tentu akan lebih mudah dan efisien,” sebut Frizie, Petugas P3 Rumah Sakit Bakti Timah Karimun.

Maucensia mengatakan, kesulitan yang mungkin dihadapi dalam implementasi prosedur ini adalah pemahaman dari petugas rumah sakit terkait fitur di aplikasi tersebut. Oleh karena itu hal teknis terkait aplikasi tersebut sudah disampaikan melalui sosialisasi sejak jauh hari.

 “Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka share knowledge kepada manajemen rumah sakit terutama bagian administrasi terkait teknis penggunaan fitur terbaru dalam aplikasi SIPP tersebut,” ungkap Maucensia.

Ia berharap, pembaharuan fitur ini dapat didukung oleh setiap rumah sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Mengingat hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta. "Semoga saat implementasi prosedur tersebut semua dapat berjalan dengan lancar. Peserta senang, kamipun tenang," tutup Maurice. (aw/ms)