15 Apr 2019
  |  
Dilihat : 50 kali

Swasi Desa JKN, Masyarakat Desa Sidomulyo Gunakan Sampah Untuk Membayar Iuran JKN-KIS

Kutai Kartanegara, Jamkesnews – Siapa sangka tumpukan sampah yang awalnya sama sekali tidak memiliki nilai ekonomis dan mengotori lingkungan Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara, kini berubah menjadi memiliki nilai ekonomis yang dimanfaatkan untuk membayar iuran program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi masyarakat sekitar melalui program Swadaya Sinergitas Desa JKN (Swasi Desa JKN). Swasi Desa JKN merupakan program yang melibatkan peran serta masyarakat (sebagai unit kecil) dalam suatu desa untuk berperan aktif dalam mewujudkan keluarga sehat sejahtera dengan melaksanakan program JKN-KIS, pembayaran iuran, dan pengembangan keluarga menjadi keluarga sejahtera melalui sinergitas dengan perusahaan-perusahan yang berada di wilayah tersebut.

Program Swasi Desa JKN resmi di-launching oleh Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah pada Kamis (11/04). Acara yang digelar di Balai Desa Sidomulyo Kecamata Anggana kegiatan ini, dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Guntur, Camat Anggana, Danramil, Kapolsek Anggana, Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Samarinda Arbayah Ropika, perwakilan perusahan serta sejumlah undangan dan masyarakat Desa Sidomulyo.

Launching Program Swasi Desa JKN dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Lana Harita, PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Altara Delta Persada, PT Raja Kutai Baru Makmur dan CV 77, CSR bersinergi dalam penjaminan masyarakat pra sejaktera kedalam program JKN-KIS sebanyak 500 orang.

Bupati Kutai Kartanegara dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh perusahaan yang telah menyalurkan program CSR dalam sinergi Program JKN-KIS, dimana penjaminan kesehatan bagi masyarakat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

“Inovasi sinergi pembangunan dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk swasta atau perusahaan yang dilaksanakan di Kabupaten Kutai Kartanegara ini memperoleh penghargaan sebagai perencanaan pembangunan terbaik di Provinsi Kalimantan Timur,” terang Edi disambut tepuk tangan dari seluruh hadirin.

Edi juga berharap pengembangan program Swasi Desa JKN melaui Bank Sampah yang didukung oleh perusahan ini dapat melibatkan seluruh keluarga pra sejahtera sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pra sejaktera.

“Kalo hari ini masyarakat pra sejahtera medapat bantuan melui CSR sinergi program JKN-KIS, harapan saya masyarakat pra sejahtera tingkat ekonominya dapat naik sehingga tahun depan sudah dapat membayar iuran JKN secara mandiri,” harap Edi.

Sementara itu Arbayah Ropika mengatakan program Swasi Desa JKN merupakan upaya memperluas kepesertaan dan memandirikan kelompok masyarakat, agar mampu berswadaya dan bersinergi untuk mendaftar serta berswadana dalam memenuhi kewajiban membayar iuran program JKN-KIS.

“Program CSR dari perusahaan tidak selamanya mampu untuk membiayai sinergi program JKN-KIS.. Perusahaan bisa saja pindah ataupun tutup sewaktu-waktu, sehingga BPJS Kesehatan bersama dengan pemerintah dan perusahaan mengembangkan potensi yang ada di Desa Sidomulyo, salah satunya adalah memanfaatkan Bank Sampah yang hasilnya dapat digunakan untuk mebayar iuran JKN masyarakat pra sejahtera,” jelas Pika.

Diharapkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan yang ada di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mengembangkan program Swasi Desa JKN dapat berjalan dengan baik, sehingga program ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(KA/ej)