12 Apr 2019
  |  
Dilihat : 31 kali

BPJS Kesehatan Pekanbaru Undang Eksternal Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi

Pekanbaru, Jamkesnews - Ba’da Jumat terlihat beberapa orang sudah memenuhi ruang pertemuan Vendor Gathering yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru. Acara ini dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi kepada eksternal akan pentingnya menjaga integritas bagi BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Rahmad Asri Ritonga, dalam paparannya menyampaikan bahwa pengendalian gratifikasi dan pelaporan pelanggaran adalah hal yang penting. Dia berharap vendor dapat melaporkan tiap kali menemukan pelanggaran dan begitu pula sebaliknya, vendor menjaga hubungan kemitraan dengan tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun.

"Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih karena akhirnya kita dapat bersilaturahmi. Dan melalui kesempatan ini juga kami tegaskan akan menolak segala bentuk gratifikasi," lanjut Asri pada Jumat (12/04).

Hadir pula Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pelalawan, Abd. Rahman, pada acara tersebut. Kedatangan Rahman, begitu biasa ia dipanggil, sekaligus dalam rangka penandatanganan perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru.

Perjanjian kerja sama ini dimaksudkan sebagai upaya bersama dalam memanfaatkan sumber daya yang ada pada para pihak untuk kemudian saling membantu dan saling mendukung agar penyelenggaraan program jaminan kesehatan nasional (JKN) dapat berjalan efektif, efisien dan terkoordinasi.

"Tentu ke depan ruang lingkup yang dimaksud seperti saling sharing data. Karena fungsi pengawasan kini sudah beralih ke provinsi, dan kami siap bekerja bersama BPJS Kesehatan. Karena di lapangan masih kita temui pekerja atau buruh yang belum terjamin kesejahteraannya oleh Pemberi Kerja. Ini bisa kita garap bersama ke depan," ujar Rahman.

Asri mengamini pernyataan tersebut. Menurutnya, dengan sinergi bersama baik BPJS Kesehatan maupun Disnaker Kabupaten Pelalawan bisa menjaring peserta atau pekerja. Bisa pula secara bersama turun untuk sosialisasi akan pentingnya menjadi peserta JKN.

“Sebenarnya Pemberi Kerja bisa lebih diringankan. Dan beban penjaminan manfaat kesehatan atas pekerja atau buruh mereka, bisa dialihkan ke BPJS Kesehatan. Iuran pun lebih ringan dibanding iuran peserta bukan penerima upah (PBPU) atau mandiri,” terang Asri. (aw/dp)