09 Feb 2019
  |  
Dilihat : 194 kali

Temu Koordinasi Faskes, BPJS Kesehatan Ingatkan RSUD Deli Serdang Update HFIS

Deli Serdang, Jamkesnews - Untuk memastikan kelancaran Program JKN-KIS dan mengevaluasi segala kendala yang timbul dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan bersama stakeholder termasuk fasilitas kesehatan mengintensifkan berbagai pertemuan untuk kelancaran koordinasi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuk Pakam Rita Masyita Ridwan melakukan pertemuan koordinasi dengan Direktur RSUD Deli Serdang, Hanif Fahri beserta jajaran pada Jumat (08/02) di RSUD Deli Serdang, Kecamatan Lubuk Pakam. Pertemuan ini digagas untuk menyelesaikan sejumlah persoalan terkait pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS yang dilaksanakan RSUD Deli Serdang selaku mitra provider BPJS Kesehatan.

Hanif mendiskusikan beberapa persoalan, di antaranya pemberlakuan rujukan online dan dampaknya bagi pelayanan kesehatan baik di tingkat pertama maupun di tingkat lanjutan.

“Kami perlu menyampaikan beberapa hal yang kami harap mendapat tanggapan dan jawaban dari BPJS Kesehatan. Kami berharap, dengan sistem rujukan online ini baik pasien maupun penyelenggara pelayanan kesehatan dapat memperoleh manfaat yang baik. Jangan sampai ada informasi yang terputus sehingga kami tidak optimal memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan dengan sistem rujukan online ini,” ungkapnya.

Rita juga  menjelaskan bahwa beberapa keunggulan sistem rujukan online ini, di antaranya sistem yang terintegrasi antara FKTP dengan FKRTL.

“Dengan integrasi ini, FKTP dapat mengetahui informasi-informasi yang tersedia di FKRTL dan dapat merujuk ke FKRTL sesuai kebutuhan atas indikasi medis pasien,” kata Rita.

Dengan sistem ini, lanjut Rita, segala informasi yang berkaitan dengan rumah sakit tujuan rujukan, seperti ketersediaan dokter spesialis/subspesialis, sarana dan prasarana, jadwal praktek, dan hal-hal lain dapat diketahui dikarenakan rumah sakit telah memasukkan seluruh informasi tersebut melalui aplikasi Health Facilities Information System (HFIS) yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.

“Ini satu hal yang perlu menjadi perhatian, agar setiap rumah sakit rutin melakukan update informasi tentang rumah sakitnya di aplikasi HFIS ini. karena informasi yang tersedia di aplikasi tersebut menjadi dasar FKTP melakukan rujukan pasien,” jelas Rita yang dalam pertemuan tersebut diajak oleh Direktur RSUD Deli Serdang berkeliling kompleks rumah sakit untuk meninjau pelayanan dan sejumlah sarana.

Atas penjelasan Rita, Hanif mengatakan bahwa bisa jadi berkurangnya rujukan pasien ke RSUD Deli Serdang karena pihaknya tidak melakukan update informasi secara berkala.

“Ini menjadi perhatian kami ke depannya. Sebab boleh jadi pasien dari FKTP tidak dirujuk kesini dikarenakan sistem membaca bahwa kami tidak memiliki kapasitas tenaga medis ataupun sarana prasarana untuk melayani pasien, padahal faktanya tidak demikian. Kami punya tenaga medis dan dukungan sarana prasarana yang memadai,” ucapnya.

Hanif melanjutkan, status RSUD Deli Serdang sebagai rumah sakit pendidikan tentulah memerlukan jumlah kunjungan yang cukup untuk pembelajaran bagi para calon tenaga medis yang sedang menempuh pendidikan. (HF/am)