07 Feb 2019
  |  
Dilihat : 63 kali

Program JKN-KIS Ramah bagi Penyandang Disabilitas

Jakarta Selatan, Jamkesnews – Dalam rangka memenuhi hak peserta untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan menerima kunjungan perwakilan Tenaga Kerja Tuna Rungu Indonesia (TKTRI). Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan pada Rabu (06/02).

Pada pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan Deni Nurhikmat ini, para perwakilan TKTRI diberikan informasi segala hal mengenai JKN-KIS dari mulai hak dan kewajiban, jenis peserta, sampai pada tata cara mendapatkan pelayanan kesehatan.

Deni mengatakan, pertemuan dengan perwakilan TKTRI merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan selaku pengelola program JKN-KIS dalam memberikan informasi yang menyeluruh dan dapat dipertanggungjawabkan kepada peserta. Pertemuan tersebut juga untuk membantu para penyandang disabilitas dalam hal ini peserta tuna rungu menjadi peserta JKN-KIS.

“Selain diinformasikan mengenai Program JKN-KIS, teman-teman dari TKTRI juga dipandu untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Mobile JKN. Aplikasi yang dapat diakses dari smartphone ini sangat bermanfaat bagi peserta. Dengan aplikasi ini, peserta dapat memperbarui beberapa data, misalnya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dan alamat. Selain itu, aplikasi ini membuat peserta tidak perlu membawa kartu JKN-KIS fisik karena sudah ada menu KIS Digital,” terang Deni.

Di sisi lain, Ricardo selaku salah satu perwakilan TKTRI mengucapkan terima kasih karena mendapatkan sambutan yang sangat baik dan diberikan informasi dengan sangat lengkap oleh BPJS Kesehatan. Ricardo mengatakan, dirinya dan rekan-rekannya sangat terbantu dengan informasi yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.

“BPJS Kesehatan benar-benar memfasilitasi kami selaku penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak kami sebagai peserta JKN-KIS. Selama ini, kami kesulitan untuk memperoleh informasi yang valid tentang Program JKN-KIS. Apalagi, banyak sekali informasi hoax yang beredar yang membuat kami sempat khawatir akan mendapatkan masalah ketika menggunakan kartu JKN-KIS. Tetapi, kami diyakinkan oleh BPJS Kesehatan jika selama kami mengikuti prosedur dengan benar maka pasti kami akan ditangani dengan baik,” kata Ricardo.

Ricardo juga merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi Mobile JKN. Menurut Ricardo, aplikasi ini benar-benar menjadi solusi bagi peserta khususnya penyandang disabilitas dalam memperoleh pelayanan kesehatan. (RI/sw)