05 Feb 2019
  |  
Dilihat : 121 kali

Pemkot Sibolga Tambah Kuota JKN-KIS bagi Penduduk Setempat

Sibolga, Jamkesnews – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan berdasarkan amanat dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, dimana dalam penyelenggaraanya, program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), utamanya dari pemerintah maupun Pemerintah Kabupaten/Kota.

Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga dalam hal ini menunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan Program JKN-KIS dengan telah dilaksanakannya Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Sibolga dengan BPJS Kesehatan Cabang Sibolga pada Senin (04/02) di Kantor Walikota Sibolga. Hadir pada kegiatan tersebut Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, Wakil Walikota Edi Polo Sitanggang, Sekretaris Daerah Yusuf Batubara, dan sejumlah kepala dinas serta direktur rumah sakit setempat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, Rudhy Suksmawan Hardhiko menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Sibolga yang sangat berkomitmen untuk memberikan Jaminan Kesehatan bagi masyarakat Kota Sibolga.

“Jumlah penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Kota Sibolga sebanyak 42.000 jiwa. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yaitu sebesar 35.000 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Kota Sibolga ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Sibolga dalam memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi masyarakatnya,” jelas Rudhy.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang beberapa ketentuan yang mengalami penyesuaian sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Beberapa hal yang menjadi fokus pada FGD ini antara lain tentang ketentuan bayi baru lahir, hal-hal yang tidak dijamin, ketentuan mengenai urun biaya dan selisih biaya, serta hal-hal yang perlu dilakukan terkait dengan optimalisasi rujukan online.

Sementara itu, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk mengatakan bahwa pada prinsipnya dirinya sangat mendukung Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Namun Syarfi berpesan kepada masyarakat Kota Sibolga agar mengedepankan pola hidup sehat. Meskipun Kota Sibolga sudah memperoleh predikat Universal Health Coverage yang dibuktikan dengan telah terdaftarnya 99 persen rakyat sibolga dalam Program JKN-KIS, namun ia tetap menghimbau masyarakatnya agar jangan sampai jatuh sakit.

“Jangan karena sudah memiliki JKN-KIS, lantas jadi tidak menjaga kesehatan. Sehat itu mahal, jadi saya berharap ke depan masyarakat bisa lebih giat untuk menjaga kesehatan. Bisa dimulai dengan hal yang sederhana dulu, seperti memperhatikan konsumsi makanan, istirahat cukup, dan banyak berolahraga,” ujar Syarfi. (HF/ha)