01 Feb 2019
  |  
Dilihat : 118 kali

BPJS Kesehatan Kenalkan JKN-KIS ke Pusat Pengembangan Perfilman

Jakarta Pusat, Jamkesnews - BPJS Kesehatan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan kepada peserta  Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kali ini BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat mendapatkan kesempatan untuk memberikan sosialisasi Program JKN-KIS kepada Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Pusat Pengembangan Perfilman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengenai kepesertaan dan pembayaran iuran  Program JKN-KIS, Jumat (01/02).

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat Nanik Yuniastuti menjelaskan bahwa status kepesertaan JKN-KIS bagi PPNPN termasuk kedalam kelompok peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah yang ditanggung oleh pemerintah, sehingga perhitungan iurannya yaitu 2% dipotong dari penghasilan peserta dan 3% dibayarkan oleh pemerintah. Selain itu, Nanik juga menjelaskan aturan bagi suami istri yang sama sama bekerja.

“Apabila ada pasangan suami istri yang masing-masing merupakan pekerja maka keduanya wajib didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS segmen PPU oleh masing-masing pemberi kerja dan apabila sudah memiliki anak, maka untuk hak kelas rawat anak tersebut dapat ditetapkan sejak awal pendaftaran dengan memilih kelas rawat yang paling tinggi,” tambah Nanik.

Terkait dengan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 51 Tahun 2018 perihal ketentuan urun biaya yang banyak diperbincangkan khayalak pada saat ini, Nanik juga menerangkan bahwa aturan urun biaya ini belum berlaku. Sebenarnya untuk  ketentuan urun biaya dan selisih biaya JKN-KIS yang diregulasikan Kementerian Kesehatan bertujuan untuk menekan potensi penyalahgunaan pelayanan di fasilitas kesehatan. Jadi bagi peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir.

“Diharapkan melalui sosialisasi ini seluruh karyawan mengetahui dan memahami aturan-aturan yang berlaku dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS, jadi mereka paham apa hak dan kewajiban mereka sebagai peserta," ungkap PIC PPNPN Pusat Pengembangan Perfilman Nurcahyo.

BPJS Kesehatan berharap dengan  dukungan seluruh peserta yang hadir dapat ikut menyosialisasikan materi yang diberikan kali ini kepada satuan kerjanya lainnya sehingga pemahaman masyarakat tentang program Jaminan Kesehatan nasional ini akan semakin meningkat. (EM/rr)