30 Okt 2018
  |  
Dilihat : 606 kali

Atur Pola Makan, Cegah Sakit Maag

Ada sebuah anjuran, makanlah kamu sebelum lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang. Makan pun sebaiknya dikunyah. Dan orang tua sering menasehati agar saat makan tidak berbicara agar dapat mengunyah makanan dengan baik.

Ternyata hal itu sangat terkait dengan kesehatan utamanya kesehatan lambung. Di antara kita masih ada yang sering mengabaikan waktu makan dan menunda untuk makan. Alasannya masih ada pekerjaan yang belum selesai, belum lapar, dan sejumlah alasan lainnya. Kebiasaan ini sebaiknya dihidari karena bisa memicu terjadinya gangguan pada lambung yaitu sakit maag.

Jika sering terlambat makan, maka gejala sakit maag dapat muncul antara lain rasa perih pada lambung, nyeri pada ulu hati, bahkan merasakan nyeri dan panas sampai ke kerongkongan hingga mual dan ingin muntah. Kalau sudah begini, makanan dan minuman pun sulit masuk karena produksi asam lambung meningkat dan terdapat gas di lambung yang mendorong isi perut ingin keluar.

Jika si penderita bisa muntah maka dapat mengurangi rasa eneg karena merasa lega sebagian asam lambung ikut keluar. Terlambat makan juga dapat mengakibatkan sakit kepala, vertigo, dan punggung terasa pegal.

Untuk menghindari rasa tidak nyaman yang berlebihan, dokter ahli pencernaan menyarankan penderita maag untuk mengonsumsi obat penekan asam lambung seperti obat antagonis reseptor H2 (ranitidine, famotidine, simetidine, nizatidine) atau penghambat pompa proton (omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, pantoprazole).

Tetapi bila muntahnya terus-menerus, waspadai itu penyakit pencernaan yang lebih parah yaitu Gastro Esofageal Reflux Disease (GERD). Keluhan sakit perut bisa dipicu oleh banyak hal, selain sering terlambat makan, bisa disebabkan oleh infeksi bakteri hingga salah makan. Tetapi sebuah penelitian menunjukkan pemicu terbanyak justru karena stres.

Oleh karena itu, perlu mengelola stres agar tidak mengganggu metabolisma tubuh dan yang terpenting untuk mencegah maag adalah dengan menjaga pola makan agar lambung tetap dalam keadaan sehat. Dengan terjaganya pola makan, maka diharapkan anda terhindar dari penyakit yang dapat menyerang lambung, sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Ada beberapa macam makanan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga lambung. Antara lain, hindari makanan pedas. Mengkonsumsi makanan pedas seperti cabai dapat melukai lambung atau mengakibatkan iritasi lambung. Begitu juga makanan yang bersifat pedas lain seperti merica dan paprika sebaiknya tidak berlebihan mengkonsumsinya.

Hindari juga makanan yang sulit dicerna seperti cokelat, keju, kue-kue yang mengandung krim, makanan goreng-gorengan, dan makanan yang memiliki kadar lemak tinggi. Makanan –makanan ini memaksa lambung bekerja keras untuk mencernanya sehingga akan memperlambat pengosongan lambung. Lambung pun akan menghasilkan lebih banyak asam.

Selain itu, hindari minuman yang mengandung alcohol, kafein, dan soda. Minuman-minuman ini dapat memicu produksi asam lambung lebih banyak. Selain itu, minuman bersoda dan beralkohol akan menghasilkan banyak gas yang menyebabkan rasa penuh di perut. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengkonsumsi minuman-minuman tersebut.

Buah dan sayur yang menghasilkan gas setelah dikonsumsi sebaiknya juga dihindari. Antara lain, sawi, kol atau kubis, kacang-kacangan, dan berbagai macam buah seperti nangka, pisang ambon, kedongdong, serta buah yang dikeringkan.

Beberapa makanan buah yang bersifat asam sebaiknya dihindari karena dapat mengakibatkan lambung mengeluarkan asam lebih banyak, sehingga bisa menyebabkan penderita maag mengalami nyeri dan kambuh. Selain itu juga hindari minum kopi dan susu full cream. Selain itu, beberapa makanan yang mengandung karbohidrat kurang baik untuk kesehatan lambung, antara lain, ketan, mie, bihun, pasta, jagung, ubi, singkong, dan talas.

Selain pola makan dan jenis makanan, untuk mencegah sakit maag, sebaiknya hindari stres atau kendalikan stres, perlu relaksasi agar tubuh tidak kelelahan, tidurlah yang cukup dan berkualitas, dan yang sering sulit untuk menghindari adalah merokok. Mulailah hidup sehat tanpa rokok.

Sebagian besar sakit maag bisa ditangani tanpa perlu berkonsultasi kepada dokter. Meskipun demikian, pemeriksaan dokter medis tetap perlu dilakukan jika sakit maag disertai dengan sering muntah, sulit menelan, dan mengalami penurunan berat badan, dan jika Anda telah berusia 55 tahun ke atas.

Mengutip sebuah berita, ada penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Cambridge University menunjukkan, 30 persen keluhan sakit perut pada orang dewasa dipicu oleh stres. Stres menempati urutan pertama penyebab sakit perut, disusul diet yang buruk (26 persen) dan kurang tidur (17 persen). Infeksi virus justru ada di posisi keempat dengan hanya 14 persen. Peringkat ini ditempati bersama dengan konsumsi alkohol, yang juga bertanggung jawab pada 14 persen keluhan sakit perut.

Perempuan diketahui lebih sering mengalami keluhan sakit perut dibanding laki-laki. Sebanyak 88 persen perempuan mengalaminya dalam setahun terakhir, dibandingkan dengan hanya 83 persen pada laki-laki. Perempuan 2 kali lebih rentan mengalami stres parah dibanding laki-laki. Hal ini ada kaitannya dengan perubahan sosial bahwa perempuan masa kini menjalankan lebih banyak peran dalam keluarga. Jika Anda tidak bisa mengendalikan stres dan sakit maag yang terus menerus sebaiknya segera periksakan diri ke dokter Anda.

Beberapa cara tradisional yang hingga kini masih dipercaya mengurangi gangguan maag yaitu dengan mengkonsumsi air kunyit. Caranya, siapkan kunyit sebesar dua jari telunjuk lalu dicuci bersih, diparut, tambahkan air matang. Kemudian diperas dengan kain bersih. Air perasan kunyit didiamkan. Selanjutnya diambil air beningnya untuk diminum. Minumlah dua kali sehari yaitu pagi dan malam sebelum tidur.

Atau dengan cara lain, kunyit yang sudah diparut itu direbus dengan air dua gelas hingga air tersisa satu gelas. Lalu saring dan didinginkan. Minum dua kali sehari pagi sebelum makan dan sebelum tidur. Boleh juga ditambah madu.