07 Mar 2018
  |  
Dilihat : 330 kali

BPJS Kesehatan Dampingi Komisi IX DPR RI Pantau Pelayanan Puskesmas Sanggeng Manokwari

Manokwari, Jamkesnews - Dalam rangka meninjau langsung kondisi pelayanan kesehatan di pedalaman, Komisi IX DPR RI beserta BPJS Kesehatan mengunjungi Kabupaten Manokwari, Kamis (01/02). Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk membahas mengenai data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) beserta jumlah fasilitas kesehatan dan kelayakan sarana prasarananya.

“Fasilitas kesehatan yang terdapat di Kabupaten Manokwari harus mempunyai dokter dan obat yang cukup, dan upayakan pasokan obat selalu tersedia, agar peserta yang terdaftar di Program JKN-KIS dapat menggunakan haknya dengan optimal,” ungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Syamsul Bachri yang hadir dalam kunjungan kerja tersebut didampingi oleh Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda dan Deputi Direksi Wilayah Papua dan Papua Barat Anurman Huda.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Papua Barat juga menyerahkan sejumlah Kartu Indonesia Sehat secara simbolis kepada penduduk Papua Barat yang membuktikan bahwa telah UHC (Universal Health Coverage). Agenda kedua adalah kunjungan ke salah satu puskesmas yang berada di Kabupaten Manokwari yaitu Puskesmas Sanggeng. Kunjungan yang dilakukan di tengah hari tersebut dimaksudkan untuk memantau kelayakan ruang pengobatan pada Puskesmas Sanggeng, dari loket pendaftaran hingga ruang perawatan. Setelah dipantau oleh pihak BPJS Kesehatan, masih terdapat beberapa pegawai dari puskesmas yang belum menggunakan Aplikasi Mobile JKN, maka dianjurkan untuk menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk membantu proses penggunaan fasilitas kesehatan pada peserta JKN-KIS.

Untuk menggunakan aplikasi Mobile JKN syaratnya sangat mudah, hanya perlu mengunduh aplikasi melalui Google Play Store dan Apple Store. Aplikasi ini direkomendasikan untuk telepon pintar yang menggunakan sistem android versi 4.0 ke atas dan sistem iOS 10. Setelah aplikasi itu terpasang, peserta harus melakukan registrasi pada menu yang tersedia di aplikasi Mobile JKN. Setelah berhasil, peserta bisa masuk dalam aplikasi dan memanfaatkan semua fitur yang tersedia.

“Mobile JKN ini diciptakan untuk membawa kemudahan akses pelayanan kepada seluruh peserta JKN-KIS yang berada berbagai penjuru Indonesia. Kami berharap, masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran fitur tersebut seoptimal mungkin,” ungkap Wahyuddin. (TR/sn)